Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Ratusan Restoran di Prancis Tolak Sertifikat Vaksin COVID-19

Dok/The Telegraph

Topcareer.id – Pemerintah Prancis telah mewajibkan bagi setiap orang untuk memiliki sertifikat vaksin untuk ditunjukkan ketika ingin memasuki tempat umum seperti pusat perbelanjaan hingga restoran.

Sejak Agustus aturan sertifikat vaksin untuk restoran, kafe, dan bar memang sudah dimulai, tetapi banyak pemilik bisnis restoran tidak senang dengan aturan tersebut dan mengatakan mereka tidak akan mengikutinya.

Beberapa ratus pemilik restoran di Prancis telah menyatakan bahwa mereka tidak akan memeriksa sertifikat vaksin pelanggannya.

Otoritas konstitusional tertinggi Prancis, Conseil Constitutionnel, menyetujui perpanjangan izin kesehatan untuk masuk ke tempat-tempat umum.

Serifikat vaksin atau bukti tes COVID-19 negatif yang diambil dalam 48 jam terakhir, atau bukti positif Covid 11 hari hingga enam bulan sebelumnya, sudah diperlukan untuk masuk ke museum, teater, bioskop, tempat umum kolam renang dan beberapa tempat lain yang dapat menampung lebih dari 50 orang.

Margot, pemilik bistro di Ploéven (Finistère), mengatakan dia tidak akan meminta sertifikat vaksin pelanggan yang datang ke restorannya.

“Untuk saat ini, kami telah memutuskan untuk mengatakan bahwa kami menentangnya, dan kami mencari cara hukum untuk tidak menerapkannya,” katanya kepada media Franceinfo.

Di bistronya, La Mre Margot, pelanggannya sebagian besar adalah penduduk setempat.

“Saya tidak bisa melihat diri saya menolak pelanggan tetap saya datang kemari. Saya tidak punya keinginan untuk menjadi pengontrol pelanggan,” katanya.

Margot adalah salah satu dari 43 pemilik restoran di Brittany yang telah mendeklarasikan diri untuk tidak memaksakan sertifikat vaksin kepada pelanggan.

Bahkan mereka menciptakan moto baru, yakni: “Tugas kita adalah menyambut pelanggan, bukan memilihnya.”

“Bahkan jika saya menyetujuinya, saya tidak punya waktu untuk memeriksa sertifikat vaksin, begitu juga pelayan saya,” kata Florence pemilik Café des Tilleuls di Belvédère.

“Saya sangat berharap banyak dari kita [pemilik restoran] akan menolak izin kesehatan ini.” Kata Olivier, pemilik kafe La Scierie di Montperreux.

“Jika pemerintah menutup bisnis saya, saya benar-benar tidak peduli,” katanya.

“Sudah dua tahun sejak saya memulai bisnis ini. Jika saya harus tutup, saya akan merasa puas karena telah mempertahankan sikap saya sampai akhir.” Tegasnya.

Baca juga: Demo Menentang Aturan Sertifikat Vaksin COVID-19 Terjadi di Prancis

Pria 54 tahun itu sudah dua kali terjangkit COVID-19 dan mengatakan itu seperti flu biasa namun agak parah, tetapi ia tidak merasa hal itu jadi mengubahnya untuk memeriksa status vaksinasi COVID-19 pelanggan yang datang.

“Saya bukan polisi, saya bukan dokter. Apa hak saya untuk melarang orang ini dan itu masuk ke tempat saya? Bukan hak saya untuk menghakimi.” Ujar Olivier.

Sekitar 100 restoran telah menanggapi panggilan dari organisasi The French Collective Prancis yang misinya adalah membela pemilik restoran yang tidak setuju dengan sertifikat vaksin.

“Baik polisi maupun preman, kami ingin bekerja dengan bermartabat tanpa dipaksa untuk memilih,” tulis organisasi tersebut di Twitter.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan