Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Ratusan Perusahaan Dunia Rencanakan Pengiriman Nol Emisi di 2050

Dok/Antara News

Topcareer.id – Lebih dari 150 perusahaan dan organisasi terkemuka termasuk perusahaan minyak dan otoritas pelabuhan pada hari Rabu 922/9) menyerukan agar industri pelayaran global sepenuhnya didekarbonisasi pada tahun 2050.

Dengan sekitar 90% perdagangan dunia diangkut melalui laut, pengiriman global menyumbang hampir 3% dari emisi CO2 dunia.

Sektor ini kini berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk menjadi lebih bersih.

Badan perkapalan PBB Organisasi Maritim Internasional (IMO), mengatakan pihaknya bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara keseluruhan dari kapal hingga 50% dari tingkat tahun 2008 pada tahun 2050.

Dalam inisiatif terbaru perusahaan di sektor pengiriman, penyewaan, keuangan, pelabuhan, dan produksi bahan bakar mengatakan langkah-langkah yang lebih kuat diperlukan untuk memastikan semua berjalan.

Sektor tersebut akan memenuhi tujuan iklim yang ditetapkan oleh kesepakatan Paris yang berupaya membatasi pemanasan global hingga kurang dari 2 derajat Celcius.

“Jam terus berdetak,” kata Hugo De Stoop, kepala eksekutif perusahaan tanker terkemuka Euronav.

Program yang dikembangkan oleh Forum Ekonomi Dunia, Forum Maritim Global nirlaba dan mitra lainnya, mengatakan dekarbonisasi pengiriman “hanya dapat terjadi dengan urgensi dan skala yang diperlukan” jika pemerintah dan regulator menetapkan kerangka kebijakan yang tepat.

Baca juga: BMW akan Kurangi Emisi Karbon dalam Mobil hingga 40% di Tahun 2030

Seorang juru bicara IMO mengatakan badan PBB memiliki “rencana kerja yang jelas ke depan.”

PBB memiliki langkah-langkah lebih lanjut untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari kapal pengiriman global.

Penandatangan inisiatif program ini antara lain dilakukan oleh lini kontainer AP Moller – Maersk, MSC dan Hapag Lloyd, perusahaan minyak BP dan Royal Dutch Shell.

Kelompok pertambangan BHP dan Rio Tinto, kelompok agribisnis Cargill and Bunge serta lainnya seperti pelabuhan Rotterdam dan Antwerpen serta Otoritas Terusan Panama juga turut serta mendukung program ini.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan