Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Hindari Pola Makan Satu Ini Biar Tidak Cepat Botak

Ilustrasi. (dok. The Sun)

Topcareer.id – Kebanyakan orang yang kehilangan rambut mereka seiring bertambahnya usia, dengan faktor-faktor seperti keturunan, perubahan hormonal, dan kondisi medis (termasuk obesitas) yang berperan.

Namun dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature, para peneliti dari Tokyo Medical and Dental University menemukan bahwa pola makan tinggi lemak dan obesitas herediter dapat berkontribusi pada penipisan rambut dan kerontokan rambut.

Bagaimana obesitas memengaruhi kerontokan rambut?

Obesitas merusak hampir setiap fungsi fisiologis, tetapi juga dapat menyebabkan kerontokan rambut melalui peradangan dan stres oksidatif yang menghabiskan sel induk folikel rambut (HFSCs), selain menghalangi folikel rambut dari regenerasi. Ini pada akhirnya menghasilkan kerontokan rambut permanen.

Proses penuaan juga dapat menyebabkan kerontokan rambut lebih cepat di antara populasi obesitas.

Penulis di balik laporan terbaru sampai pada kesimpulan ini setelah mengamati efeknya pada tikus. Hanya butuh empat hari bagi tikus yang diberi diet tinggi lemak untuk mengembangkan bercak botak.

Baca juga: Jika Makan Ini Secara Teratur, Kamu Bisa Lebih Sehat

“Makanan diet tinggi lemak mempercepat penipisan rambut dengan menghabiskan HFSC yang mengisi kembali sel-sel dewasa yang menumbuhkan rambut, terutama pada tikus tua,” kata penulis utama Hironobu Morinaga.

Obesitas yang disebabkan oleh diet tinggi lemak dapat menyebabkan perubahan dramatis pada struktur sel dan menyebabkan disfungsi jaringan, termasuk kerontokan dan penipisan rambut.

Cara mencegah rambut rontok

Sumber protein yang sehat untuk rambut termasuk telur, kacang-kacangan, ikan, produk susu rendah lemak, ayam, dan kalkun.

“Folikel rambut sebagian besar terbuat dari protein yang disebut keratin,” menurut Healthline.

Satu studi tahun 2017 terhadap 100 orang dengan rambut rontok mencatat beberapa kekurangan nutrisi pada peserta, termasuk asam amino yang berfungsi sebagai penyusun protein.**(Feb)

Tinggalkan Balasan