Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, November 29, 2021
redaksi@topcareer.id
LifestyleTren

Pakar UNAIR Sebut Usia Muda Berpotensi Osteoporosis, Ini Faktor Risikonya

Ilustrasi osteoporosis.Ilustrasi osteoporosis.

Topcareer.id – Pakar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) Prof. Dr. Dwikora Novembri Utomo, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak usia muda karena tidak hanya lansia yang bisa terkena osteoporosis.

Menurut pakar yang juga bergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) itu osteoporosis umumnya memang menyerang orang lanjut usia, tetapi orang berusia muda juga dapat mengalami osteoporosis bila memiliki faktor risiko sebagai berikut:

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi:

Wanita, disebabkan pada lansia terjadi penurunan kadar hormon estrogen yang berperang dalam pembentukan tulang.
Riwayat keluarga dengan osteoporosis (genetik)
Ras tertentu (Asia dan Kaukasia)

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi:

Gaya hidup kurang sehat seperti kurang berolahraga
Merokok
Konsumsi alkohol, kafein, dan soda yang berlebihan
Kekurangan kalsium dan vitamin D

Prof. Dwikora menyampaikan bagaimana osteoporosis dapat terjadi pada seseorang di mana pada kondisi normal, terdapat keseimbangan antara proses pembentukan tulang dan proses pembongkaran tulang.

Lebih lanjut ia menyampaikan, osteoporosis terjadi apabila proses pembongkaran tulang lebih dominan daripada proses pembentukan tulang sehingga kepadatan tulang menjadi berkurang.

Baca juga: Studi: Mengurangi Garam Ternyata Bawa Manfaat Besar

“Osteoporosis bisa terjadi pada semua usia meskipun memang osteoporosis lebih sering terjadi pada usia tua dimana proses pembentukan tulang lebih lambat daripada proses pembongkaran tulang,” kata dia dikutip dari laman resmi Universitas Airlangga, Senin (25/10/2021).

Dengan demikian, sambung Prof Dwikora, penting bagi seseorang untuk mulai “menabung tulang” pada usia muda karena pada usia muda terjadi puncak pembentukan tulang. Dengan nutrisi dan gaya hidup sehat di usia muda, maka kita akan memiliki tulang yang lebih baik untuk mempersiapkan kondisi di hari tua.

“Osteoporosis yang terjadi pada usia tua adalah proses alamiah yang diakibatkan oleh proses penuaan, sehingga sulit untuk mengembalikan kondisi tulang ke keadaan normal. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat laju penurunan kepadatan tulang,” tuturnya.

Prof. Dwikora memberikan tips: “Mencegah lebih baik daripada mengobati.” Menurutnya tatalaksana seseorang dengan osteoporosis yang utama adalah mencegah osteoporosis agar tidak terjadi. Dengan cara Cukupi-Lakukan-Hindari:

Cukupi kebutuhan kalsium, vitamin D, protein dan mineral lain
Lakukan aktivitas fisik secara rutin, berjemur di bawah sinar matahari pagi, dan deteksi dini apabila memiliki faktor resiko
Hindari kebiasaan buruk seperti: merokok, minuman beralkohol, kafein berlebihan, diet ketat

Apabila sudah terjadi osteoporosis, maka tatalaksananya adalah:

Kenali dan atasi penyebab dari osteoporosis yang diderita karena osteoporosis bisa disebabkan oleh banyak faktor dan penyakit
Obat-obatan untuk mengurangi pembongkaran tulang yang berlebihan seperti bifosfonat
Obati komplikasi osteoporosis yang terjadi, seperti patah tulang.

Tinggalkan Balasan