Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Tiga Faktor Penentu Kenikmatan Kopi Menurut Ahli Roaster

FX Yayang sedang memberikan pelatihan barista kepada peserta training. (Foto: Istimewa)

Topcareer.id – Profesional Coffee Roaster-Javaro, FX Yayang menyebutkan untuk mencapai kopi dengan rasa yang 100 persen nikmat, setidaknya dibutuhkan tiga faktor penting yang masing-masing punya porsinya sendiri.

FX Yayang menjelaskan faktor yang pertama dan paling penting adalah biji kopi mentah atau green bean. Green bean ini menentukan sampai 60 persen dari faktor yang membuat kopi itu bisa dikatakan 100 persen nikmat. Tentu presentase ini paling tinggi dibanding faktor lain.

“Kalau green bean-nya sudah bagus maka dia akan menghasilkan kopi yang lebih enak, setidaknya sudah menetukan sekitar 60 persen,” kata FX Yayang dalam wawancaranya dengan Topcareer.id beberapa waktu lalu.

Lalu, faktor selanjutnya adalah roaster atau proses pemanggangan biji kopi. Faktor ini mengambil presentase 30 persen dari hasil kopi yang nikmat.

Jadi, kata pria yang akrab disapa Yayang ini, jika green bean punya kualitas yang bagus, ditambah proses roaster yang baik, maka kenikmatan kopi sudah bisa dikatakan 90 persen.

Jika proses roastery salah atau asal-asalan, ya kopi yang dihasilkan pun tak bisa dinikmati dengan sempurna alias tidak nikmat.

Baca juga: Mengenal Profesi Coffee Roaster, Si Penentu Nikmatnya Kopi

“Kalau roaster-nya nggak bagus, secangih apapun kafenya, atau kafe branded besar, kalau kopinya udah gak bagus (saat roast), akan percuma. Ya mungkin tempatnya cozy, merknya branded, tapi kualitas kopinya nggak ada,” tutur FX Yayang.

Faktor terakhir, yakni racikan tangan barista yang mengambil faktor 10 persen dari hasil kopi yang nikmat. Jadi, kata FX Yayang, kalau baristanya proper dalam membuat kopi, baik manual brew atau mesin espresso, maka dia bisa mencapai kopi nikmat dengan presentase 100 persen.

“Kalau misalnya green bean nya bagus, roasternya bagus, meraciknya salah, paling enggak itu meleset 10 persen dari rasa kopi yang seharusnya enak,” ujar dia.

Lagi-lagi dia menegaskan green bean dalam kopi itu sangat menentukan. Jika green bean yang didapat dari perkebunan kopi “kurang enak” atau level gradenya rendah, maka itu sudah menentukan 60 persen kenikmatan kopi.

Pada akhirnya percuma jika roasternya bagus, baristanya andal, namun green bean awal tidak memiliki kualitas di level yang baik.**(RW)

Tinggalkan Balasan