Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Cara Menjawab Pertanyaan Wawancara, “Ceritakan Sesuatu yang Tak Ada di Resume Kamu”

Ilustrasi interview kedua.

Topcareer.id – Saat kamu menjalani wawancara pekerjaan baru, pewawancara ingin mengetahui lebih lanjut apa yang telah kamu bagikan dengan mereka di resume.

Salah satu cara bagi pewawancara untuk mendapatkan perspektif ini adalah dengan mengajukan pertanyaan terbuka seperti, “Ceritakan sesuatu tentang diri Anda yang tidak ada di resume Anda.”

Jika kamu mendapatkan pertanyaan tersebut, ini kesempatan untuk memilih informasi paling menarik untuk dibagikan yang tidak ada di resume kamu.

Apa yang ingin diketahui pewawancara
Resume kamu menyatakan fakta, tetapi pewawancara ingin tahu tentang orang di balik riwayat pekerjaannya.

Ini akan membantu pewawancara menentukan apakah kamu cocok untuk pekerjaan dan perusahaan tersebut.

Pada akhirnya, mereka ingin tahu bahwa kamu tidak hanya mampu melaksanakan tugas pekerjaan, tetapi kamu juga akan cocok dengan tim dan budaya perusahaan.

Bagaimana menjawab pertanyaan wawancara tentang apa yang tidak ada dalam resume kamu
Pewawancara ingin menggali lebih jauh latar belakangmu. Ini kesempatan bagus untuk berbagi lebih banyak tentang kualitas dan atribut pribadimu.

Ada beberapa cara berbeda untuk menjawab pertanyaan itu.

Opsi 1: Ceritakan kekuatan yang tidak ada di resume kamu
Sebelum menjalani wawancara, perinci kekuatan inti yang ingin kamu sampaikan selama wawancara berlangsung.

Jenis pertanyaan ini dapat memberikan pembukaan untuk menekankan aset yang tidak transparan dari resume kamu.

Misalnya, berbicara di depan umum mungkin merupakan persyaratan penting dalam pekerjaan yang kamu lamar.

Kamu juga mungkin tidak memiliki kesempatan untuk berbicara di depan umum selama pengalaman kerja kamu.

Namun, kamu bisa menjawab bahwa kamu dulu pernah berada dalam tim debat di perguruan tinggi, atau unggul dalam presentasi dari proyek kelompok di sekolah.

Atau mungkin kamu bisa menekankan komitmen kamu untuk bekerja lebih keras serta meningkatkan keterampilan pemecahan masalah yang kreatif.

Opsi 2: Ceritakan kekuatanmu yang tak berwujud
Resume kamu harus sudah mencantumkan pencapaian dan keterampilan yang kamu gunakan untuk menghasilkan pencapaian ini.

Namun, aset subjektif seperti kualitas pribadi lebih sulit untuk dimasukkan ke dalam resume, seperti etos kerja atau loyalitas.

Baca juga: Tips Komunikasi Efektif saat Wawancara Kerja Memakai Masker

Opsi 3: Jelaskan mengapa kamu menginginkan pekerjaan itu
Perusahaan seringkali memperhatikan motivasi kandidatnya dalam mengambil jenis pekerjaan tertentu seperti halnya pengetahuan dan keterampilan.

Jadi pertanyaan semacam ini memberikan kesempatan untuk menjelaskan mengapa pekerjaan itu begitu menarik bagi kamu.

Misalnya, jika kamu melamar posisi penggalangan dana dengan fasilitas penelitian medis, kamu bisa menyebutkan bahwa kamu mengembangkan komitmen untuk penelitian medis karena ibu atau ayah kamu adalah seorang dokter.

Opsi 4: Ceritakan sesuatu yang pribadi
Terakhir, kamu bisa mengambil kesempatan ini untuk berbagi hobi atau minat yang mungkin mencerminkan karakter kamu secara positif.

Atau kamu bisa ceritakan hal pribadi positif yang bisa membuatmu menjadi kandidat yang paling diingat.

Pendekatan ini akan paling masuk akal jika kamu sudah mampu menyampaikan tentang aset dan motivasi spesifik pekerjaan dengan cukup.

Misalnya, jika kamu melamar pekerjaan yang membutuhkan banyak kekuatan intelektual, maka kamu bisa bercerita passion kamu tentang catur.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan