Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Indonesia Butuh US$100 Miliar Per Tahun untuk Hadapi Perubahan Iklim

Dok/Nikkei

Topcareer.id – Indonesia merupakan salah satu negara yang masih sangat bergantung pada produksi batu bara, isu ini tengah hangat diperdebatkan dalam KTT COP26.

Inggris, negara tuan rumah COP26, telah mendorong batas waktu untuk menghentikan penggunaan batu bara dan mengakhiri pembangunan infrastruktur batu bara baru. Hal ini belum menjadi komitmen Indonesia.

Para pemimpin pada KTT G20 di Roma minggu ini telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan pembiayaan batu bara luar negeri secara bertahap pada tahun ini.

Indonesia masih sangat bergantung pada batu bara dan produsen terbesar kedua serta pengekspor batu bara lintas laut terbesar di dunia.

Alue Dohong, wakil menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia mengatakan bahwa Indonesia mungkin dapat mencapai tujuan nol bersihnya lebih awal dari tahun 2060 jika negara-negara maju memberikan bantuan yang diperlukan untuk transisi yang bersih.

“Jika bantuan keuangan atau bantuan teknologi tersedia dari negara maju, maka kita bisa membuatnya lebih awal dari 2060. Itu syaratnya. Saya pikir itu mungkin,” kata Alue.

Menurut Alue, ini perlu menjadi beban bersama dengan negara lain. Indonesia berharap setiap negara berkomitmen untuk memenuhi janjinya.

“Tanpa US$100 miliar per tahun, sangat sulit bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim. Kami berharap, karena kami harus berpikir positif.” Ujar Alue.

Baca juga: Presiden China Xi Jinping Umumkan Penghentian Penggunaan Batu Bara

Berbicara di sebuah acara untuk para menteri Indonesia di COP26, menteri keuangan Sri Mulyani mengatakan pasar karbon dan instrumen harga akan menyediakan platform untuk “transformasi” rendah emisi, di dalam negeri dan global.

Namun, dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani mengingatkan negara lain agar Indonesia tidak dimanfaatkan.

“Ini adalah permainan global, tetapi dalam permainan ini, Indonesia harus melindungi kepentingannya sendiri juga,” katanya.

Indonesia akan mulai memungut pajak karbon dari operator pembangkit listrik tenaga batu bara beremisi tinggi mulai April tahun 2022.

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan