Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Waspada! Ini Ciri-Ciri Orang Toxic di Kehidupan Pribadi Maupun Profesional (Bagian 1)

Dok/Womeninhealthcare

Topcareer.id – Apakah kamu mengenal orang yang beracun (toxic)? Meskipun kamu belum pernah mengenal orang semacam itu, suatu saat kamu pasti menemukannya.

Entah itu dalam kehidupan pribadi maupun profesional, orang toxic akan selalu ada, dan kamu harus mewaspadainya.

Berurusan dengan individu seperti itu bisa jadi sulit dan sangat menguras tenaga fisik serta mental kamu.

Agar kamu bisa lebih waspada, berikut ini ada beberapa ciri orang toxic yang harus kamu jadikan perhatian.

Bagian pertama dari artikel

1) Orang toxic itu manipulatif
Modus operandi mereka adalah membuat orang melakukan apa yang mereka inginkan. Ini semua tentang mereka.

Mereka memanfaatkan orang lain untuk mencapai apa pun tujuan mereka. Bagi mereka tidak ada kesetaraan, yang ada hanyalah ego.

2) Mereka suka menghakimi
Buka mata dan telinga kamu untuk kritikan tentang dirimu dan apa yang telah kamu lakukan serta yang tidak kamu lakukan.

Tapi orang toxic akan menghakimi kamu bahkan jika perlu berbohong untuk menjatuhkanmu dengan judgement-nya jika itu bisa bermanfaat bagi mereka.

3) Mereka tidak bertanggung jawab atas perasaan mereka sendiri
Sebaliknya, perasaan mereka akan diproyeksikan kepada dirimu.

Jika kamu mencoba menunjukkan hal yang benar kepada mereka, kemungkinan besar mereka akan dengan keras mempertahankan perspektif mereka.

Orang toxic tidak bertanggung jawab atas hampir semua hal yang telah mereka lakukan.

Baca juga: Terpapar Toxic Productivity? Begini Cara Atasinya

4) Mereka tidak mau meminta maaf
Mereka tidak bisa melihat alasan untuk meminta maaf, karena bagi mereka segala sesuatunya selalu merupakan kesalahan orang lain.

Dalam banyak kasus, mereka akan mencoba untuk mendapatkan simpati dan perhatian dengan mengklaim bahwa diri mereka menjadi korban.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan