Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, November 29, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Laju Vaksinasi Lansia Meningkat Sejak Jadi Indikator Naik Level PPKM

Ilustrasi suntik vaksin. Dok/ShutterstockIlustrasi suntik vaksin. Dok/Shutterstock

Topcareer.id – Laju vaksinasi Covid-19 bagi lansia terus ditingkatkan. Salah satunya melalui upaya penetapan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang indikatornya yakni cakupan vaksinasi bagi kelompok lansia.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut sejak kebijakan itu ditetapkan, laju vaksinasi Covid-19 bagi lansia cukup meningkat.

“Sejak angka vaksinasi lansia (minimal) 50 persen dipakai sebagai syarat naik PPKM, itu (kecepatan vaksinasi) jadi kencang sekali,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan persnya pada Senin (22/11/2021).

Budi menambahkan, terdapat sebanyak 12 provinsi yang cakupan vaksinasi dosis pertama bagi lansia telah mencapai 50 persen. Minggu lalu, tambah Budi, wilayah-wilayah seperti Banten, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara menembus angka 50 persen.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), per 23 November pukul 18.00 WIB, dari 21,55 juta sasaran cakupan vaksinasi lansia dosis pertama mencapai 51,08 persen dan dosis kedua 32,10 persen.

Baca juga: Hong Kong Setujui Penggunaan Vaksin Sinovac Untuk Usia 3-17 Tahun

Sedangkan secara keseluruhan, cakupan vaksinasi nasional dosis pertama mencapai 135,72 juta penduduk atau 65,16 persen dan dosis kedua 90,52 juta penduduk atau 43,46 persen dari total 208,27 juta sasaran.

Terkait stok vaksin, Budi menegaskan bahwa jumlah dosis vaksin yang ada mencukupi untuk kebutuhan vaksinasi selama satu bulan.

“Stok vaksin kita yang ada sekarang 287 juta dosis, 273 juta (dosis) sudah dikirim ke daerah-daerah, 225 juta (dosis) tadi sudah disuntik, jadi ada 50 juta (dosis) stok yang ada di daerah-daerah. Itu cukup untuk satu bulan ya 50 juta itu,” ujarnya.
Selain itu, imbuh Menkes, Indonesia juga banyak menerima dukungan vaksin dari luar negeri karena produksi vaksin di negara-negara maju sudah melebihi kebutuhan di negara tersebut.

“Paling banyak kita terima dalam jenis vaksin Pfizer dan Moderna. Oleh karena itu, penting sekali, sekali lagi tolong disosialisasikan agar rakyat kita juga nyaman disuntikkan Pfizer dan Moderna karena ini sebenarnya vaksin yang baik dan efikasinya tinggi,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan