Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Apa yang Sebenarnya Dilihat HRD dari Resume Kandidat? (Bagian 2)

Resume kerja.

Topcareer.id – Departemen Sumber Daya Manusia atau HRD di setiap perusahaan pasti menerima ratusan hingga ribuan resume dari pelamar kerja.

Pernahkah terpikir apa sih yang sebenarnya dicari perekrut dalam resume yang kamu kirim, dan khususnya apa yang mereka cari pada pandangan pertama.

Berikut ini penjelasannya tentang apa sebenaranya yang dicari perekrut dalam resume kandidat secara keseluruhan.

Lanjutan dari bagian pertama artikel

Prestasi khusus
Resume kamu akan menonjol bagi perekrut jika kamu memasukkan pencapaian spesifik dan terukur dalam poin-poin resume.

Sebagian besar kandidat tidak menyertakan pencapaian atau metrik tertentu, padahal hampir setiap perekrut mencarinya dari resume pelamar.

Saat menulis pengalaman kerja terbaru, sebagian besar pencari kerja hanya mencantumkan apa yang menjadi tanggung jawab mereka.

Kamu harus menyoroti dengan tepat apa yang kamu capai dan memberi amunisi dengan kata kerja seperti memimpin, berkembang, mengorganisir, ataupun mencapai.

Kemudian, sertakan persentase, jumlah uang, jumlah orang yang kamu kelola dan beragam angka serta data lain untuk menunjukkan bagaimana optimalnya kamu terhadap perusahaan.

Ini memang tidak mudah dilakukan untuk beberapa jenis pekerjaan, untuk bidang penjualan sangat mudah membuat poin menonjol seperti itu.

Namun akan agak sulit untuk asisten administrasi. Tetapi kamu tetap harus dapat menemukan di setidaknya poin amunisi dalam resume berbasis prestasi untuk disertakan.

Perekrut Akan Melihat Seberapa Sering Kamu Berganti Pekerjaan
Semua perekrut akan mencari tahu seberapa sering kamu pindah pekerjaan dan berapa lama setiap kamu berada di perusahaan yang berbeda.

Mereka juga akan melihat berapa lama waktu kosong kamu ketika kamu pindah kerja ke perusahaan lain.

Pendidikan
Jika tingkat pendidikan tertentu diperlukan untuk suatu pekerjaan, maka pendidikan kamu jadi hal pertama yang dilihat perekrut.

Tetapi perekrut biasanya hanya akan melirik dan kemudian menggulir kembali ke atas membaca sisa resume kamu.

Keterampilan yang relevan
Selanjutnya, perekrut akan melihat daftar keterampilan kamu. Namun, daftar keterampilan tidak sepenting pengalaman kerja.

Perekrut lebih suka melihat di mana dan kapan kamu menggunakan setiap keterampilan yang kamu miliki.

Mereka menginginkan konteks, bukan hanya daftar keterampilan tanpa indikasi bagaimana kamu menerapkannya.

Maka untuk itu, perekrut akan langsung membaca riwayat pekerjaan di setiap resume yang mereka terima.

Kemudian, mereka akan melirik bagian keterampilan jika riwayat pekerjaan kandidat tampak relevan.

Mencantumkan beberapa keterampilan yang relevan dapat membantumu memasukkan lebih banyak kata kunci ke resume dan menunjukkan keahlianmu secara keseluruhan.

Baca juga: 4 Penyebab Utama Karyawan Alami Demotivasi Kerja, Bos dan HRD Harus Tahu!

Format pengetikan resume
Faktor terakhir yang dilihat perekrut dari resume kamu adalah format, kerapihan, dan jarak yang baik.

Buat resume kamu agar mudah dibaca, tidak ada paragraf yang berlebihan. Sebagai gantinya, gunakan kalimat pendek yang dicampur dengan poin, judul/tajuk bagian yang jelas, dll.

Pemformatan resume penting karena perekrut membaca resume pada pandangan pertama dan tidak akan membaca kata demi kata pada awalnya.

Resume dengan spasi yang baik dan banyak poin-poin serta angka/data akan membantu perekrut dengan cepat mengumpulkan informasi.

Jika resume tampak sulit untuk dibaca atau dipahami, perekrut mungkin menjadi tidak sabar dan beralih ke kandidat lain.

Memang terdengar kasar, tetapi penting untuk disadari bahwa sebagian besar perekrut memiliki setumpuk resume untuk ditinjau.

Hindari format resume dua kolom yang telah menjadi begitu populer online baru-baru ini. Tetap gunakan resume satu kolom.

Format satu kolom masih lebih disukai di hampir setiap industri. Inilah yang biasa dilihat oleh perekrut dan akan mudah dipahami.

Saat kamu melamar posisi desain grafis misalnya, jangan berkreasi dalam mendesain resume kamu.

Perusahaan mencari konten yang relevan dengan pekerjaan di resume kamu, bukan desain mewah.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan