Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Webtoon Kini Jadi Incaran Para Pembuat Film dan Serial TV

Topcareer.id – Tahukah kamu? Serial Netflix yang paling banyak ditonton pada akhir November, “Hellbound,” pertama kali populer sebagai komik online di “webtoon.”

Format webtoon, yang dimulai di Korea Selatan sejak dua dekade lalu, telah mengguncang pembuatan konten untuk industri film di seluruh dunia.

Dengan biaya overhead yang relatif sedikit, webtoon telah menjadi tambang emas bagi puluhan ribu cerita visual.

Semakin banyak adaptasi komik webtoon divisualisasikan dengan layanan streaming seperti Netflix, Apple TV Plus dan Disney Plus.

Kini jumlah pembaca untuk webtoon sendiri menjadi semakin banyak di seluruh dunia, di Indonesia pun webtoon sangat populer.

Di Korea Selatan saja, ada lebih dari 14.000 webtoon oleh 9.900 kreator, menurut penyedia data Webtoon Analysis Service.

Perusahaan teknologi Naver dan Kakao memfasilitasi adaptasi dan menargetkan ekspansi global melalui unit webtoon mereka.

“Kekuatan kami adalah bahwa kami memiliki banyak karya yang sedang berlangsung. Di banyak platform, ketika seri hit selesai, tidak ada alternatif yang cukup. Kami memiliki ratusan karya yang ditayangkan sekarang,” kata Lee Hee-youn, kepala Bisnis IP di Naver Webtoon.

Setiap seri biasanya memiliki pembaruan mingguan, meningkatkan jumlah materi untuk diambil.

Bagi para pembuat konten yang rata-rata menghasilkan $41.000 atau sekitar Rp 587 juta per tahun, imbalan untuk mendapatkan adaptasi webtoon ke tayangan televisi bisa sangat besar.

Baca juga: Netflix Beli Studio Video Game dan Luncurkan Game Seluler

Sekitar 8% pembuat konten mengatakan pendapatan mereka telah meningkat secara substansial dengan hak adaptasi, menurut data dari Korea Creative Content Agency.

“Dalam satu atau dua bulan, saya menghasilkan sekitar tiga atau empat kali lipat jumlah uang yang bisa saya peroleh dalam setahun,” kata Choi Hellbound tentang adaptasi webtoon sebelumnya.

Kepemilikan hak kekayaan intelektual untuk adaptasi bergantung pada kontrak antara pencipta, platform seperti Naver dan Kakao, dan agensi mana pun.

Pembayaran dapat berupa persentase satu digit dari pendapatan, jaminan minimum atau campuran keduanya, kata para analis.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan