Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Menkes Sebut Ada 5 Kasus Probable Varian Omicron di RI, 3 dari WNA

virus corona

Topcareer.id – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin telah melaporkan 1 kasus terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron. Sementara, ada 5 kasus yang dinyatakan probable Omicron atau kemungkinan terinfeksi Omicron.

“Kementerian Kesehatan juga mendeteksi 5 kasus probable Omicron. Jadi belum pasti Omicron, tapi karena kita melakukan tes PCR dengan spesifikasi yang khusus, istilahnya SGTF atau S gene target failure, kita mendeteksi ada 5 kasus yang probable Omicron,” kata Menkes dalam keterangan resmi pada Kamis (16/12/2021).

Menkes merinci kelima kasus probable tersebut, yakni 2 kasus adalah warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris. Kedua WNI ini sedang diisolasi di Wisma Atlet.

Lalu, tiga kasus probable Omicron lainnya adalah warga negara asing (WNA) dari Tiongkok yang datang ke Manado dan sekarang sedang diisolasi di karantina Manado.

Baca juga: Satgas Jelaskan Stretagi Pencegahan Berlapis Yang Diterapkan Saat Nataru

“Sekali lagi 5 orang ini masih sifatnya probable karena baru dites PCR dengan marker khusus dan sampelnya yang probable ini sudah dikirmkan ke Litbang Kesehatan. Dan sedang kita run tes genome sequencing-nya diharapkan dalam 3 hari ke depan kita sdah bisa mengkonfirmasikan apakah benar ini Omicron atau bukan,” papar Menkes.

Menkes berpesan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak panik, yang terpenting adalah terus menjaga kewaspadaan. Kewaspadaan pertama, kata dia, adalah tetap disiplin protokol kesehatan, terutama memakai masker dan menjaga jarak.

“Pastikan jangan terlalu bekerumun, dan pastikan kurangi perjalanan ke luar negeri yang tidak penting.”

Menkes menjelaskan bahwa saat ini penyebaran varian Covid-19 Omicron terbukti sangar cepat. Di Inggris, sebut Menkes, semula penyebaran 10 kasus per hari, naik 100 kasus per hari hingga kemudian sudah 70 ribu per hari.

Tinggalkan Balasan