Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

6 Cara Mengasah Keterampilan Sosial Saat WFH

Sumber foto: thriveglobal.com

Topcareer.id – Keterampilan sosial tidak hanya penting setelah jam kerja.

Keterampilan ini sering dicirikan sebagai “soft skill,” dan ini merupakan kunci kesuksesan kamu di tempat kerja.

Baik itu membaca isyarat visual rekan kerja atau menanggapi permintaan pemimpin, penting dipahami bahwa keterampilan sosial berada di garis depan.

Semakin baik kamu dalam bersosialiasi dan terlibat, semakin besar kesuksesan mendekatimu.

Keterampilan sosial bisa menjadi lebih penting sebagai pekerja jarak jauh daripada jika kamu bekerja di kantor.

Kenapa? Karena kamu bisa menjalani percakapan santai sehari-hari dengan rekan kerja yang dapat mengarah pada pembangunan hubungan yang lebih mudah serta kesempatan untuk memamerkan keterampilan sosial utama seperti komunikasi, mendengarkan secara aktif, empati, dan rasa hormat.

Berikut ini enam cara untuk membantumu mempertajam keterampilan sosial saat bekerja dari jarak jauh.

1) Latih keterampilan komunikasi kamu
Apa pun industri atau posisi kamu, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif, baik secara verbal maupun non-verbal sangat penting.

Komunikasi yang mudah dipahami dan langsung membantu bisa memudahkan orang lain untuk memahami pikiran dan ide kamu.

Untuk mengasah kemampuan komunikasi kamu saat bekerja dari rumah, cobalah ambil kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjamu baik secara formal maupun informal.

Coba pelajari bagaimana komunikasi terjadi di dalam perusahaan kamu dan cari cara untuk menjadi peserta aktif.

Misalnya, jika perusahaan kamu lebih menyukai email, pastikan untuk masuk, mengirim, dan membalas pesan sepanjang hari.

2) Berlatih empati
Jika empati terdengar seperti keterampilan sosial yang harus disediakan untuk teman dan keluarga, maka pikirkan lagi.

Empati adalah kemampuan untuk memahami, berhubungan, dan mengidentifikasi dengan perasaan orang lain.

Tentu saja, menumbuhkan empati bisa jadi sulit dilakukan ketika kamu WFH dan tidak memiliki pandangan yang jelas tentang apa yang terjadi dengan rekan kerja.

Itu sebabnya kamu harus lebih proaktif untuk mempertajam keterampilan empati

Kamu dapat melakukannya dengan mengajukan pertanyaan klarifikasi. Selain itu, kamu dapat menuliskan kesempatan untuk menunjukkan empati.

3) Berlatih mendengarkan secara akktif
Mendengarkan secara aktif lebih dari sekadar mendengar apa yang dikatakan seseorang.

Ini secara aktif terlibat dengan pembicara. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memparafrasekan dan merefleksikan kembali apa yang dia katakan.

Mendengarkan secara aktif bisa sulit di Zoom atau panggilan video, di mana sebagian besar karyawan membuat diri mereka tidak bersuara saat orang lain berbicara.

Namun, penting bagi orang-orang untuk mengetahui bahwa mereka didengar, bahkan dalam panggilan video.

Kamu bisa menyalakan kamera dan “mengangguk serta tersenyum saat rekan kerja berbicara” sehingga mereka tahu kamu benar-benar mendengarkan.

Baca juga: Bukan Sekedar Pamer, Ini Pentingnya Presentasi Diri Melalui Media Sosial

4) Tetap bertanggung jawab dan terlihat
Ada kebutuhan yang lebih besar bagi pekerja yang rumahnya adalah lokasi kerja utama mereka untuk menjalani tanggung jawab atas terhadap pekerjaan.

Terkadang lebih mudah untuk “bersembunyi” di balik layar daripada berusaha ekstra untuk terlihat saat bekerja dari jarak jauh atau WFH.

Akuntabilitas adalah keterampilan sosial yang penting untuk diasah dari rumah. Selain akuntabilitas, visibilitas juga penting bagi karyawan yang bekerja dari rumah.

Kamu bisa membangun visibilitas agar tetap terlihat dengan mengajukan diri untuk tugas dan peluang untuk berbagi pengetahuan dengan tim.

5) Tetapkan batas realistis
Meskipun kamu harus tetap akuntabel dan terlihat, kamu juga harus memiliki batasan. Ini mungkin terdengar anti-sosial, tetapi menetapkan batasan sebenarnya adalah kebalikannya.

Kemampuan untuk menetapkan batasan profesional yang sehat adalah kunci untuk hubungan profesional yang sehat, beban kerja yang dapat dikelola, tim yang efektif dan dapat dipercaya, serta keseimbangan kehidupan kerja.

Kamu bisa mempertajam batasan dengan meluangkan waktu untuk memahami batasan apa yang perlu ditetapkan dan berlatih membuat permintaan sederhana.

6) Belajar menavigasi konflik dengan percaya diri
Konflik dapat muncul di tempat kerja, bahkan untuk pekerja jarak jauh.

Dan karena konflik tidak mungkin dihindari, belajar mengarahkannya secara profesional adalah keterampilan sosial yang penting untuk diasah oleh semua pekerja.

Misalnya, jika kamu harus bertemu di Zoom untuk menangani masalah yang tampaknya mustahil, mulailah rapat dengan memuji rekan kerja atas keberhasilan masa lalu dalam menangani masalah serupa.

Coba katakan sesuatu seperti, “Ini bukan pertama kalinya kita harus menyelesaikan masalah seperti ini. Mari kita pikirkan bersama tentang bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah ini.” Selamat mencoba.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan