Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Januari 24, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Pro dan Kontra Pemberlakuan WFH Pasca-Pandemi, Kamu di Pihak Mana?

Topcareer.id – Sudah lebih dari setahun pandemi COVID-19 berlangsung dan sebagian besar karyawan kantoran mulai terbiasa dan nyaman bekerja dari rumah (WFH).

Bagi mereka bekerja dari rumah tetap bisa menghasilkan uang kok, jadi untuk apa susah payah pergi ke kantor.

Bahkan ketika sudah dinyatakan aman untuk kembali ke kantor, masih banyak yang menilai bahwa WFH adalah opsi yang fleksibel.

Perusahaan besar seperti Facebook, Twitter, dan Microsoft pun telah mengumumkan kebijakan WFH permanen yang lebih fleksibel.

Global Workplace Analytics memperkirakan bahwa pemberi kerja dapat menghemat rata-rata $11.000 atau sekitar Rp 156 juta per pekerja per tahun.

Namun, terlepas dari banyaknya hal positif tentang WFH permanen, ternyata WFH juga memiliki pro dan kontranya sendiri.

Berikut ini pro dan kontra dari kebijakan untuk tetap WFH pasca-pandemi.

Pro

Lebih fleksibel
Bekerja dari jarak jauh ataupun WFH selama COVID-19 membuat karyawan dan perusahaan menyadari betapa lebih banyak fleksibilitas yang ada ketika WFH.

Jadi jelas bahwa pekerjaan kantor 9 to 5 sebetulnya bukan untuk setiap orang tanpa kecuali.

Banyak karyawan dan bahkan atasan mereka cenderung menyelesaikan lebih banyak tugas dan pekerjaan ketika mereka bekerja di luar kantor atau rumah mereka.

Ditambah mereka lebih bahagia karena memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama orang yang mereka cintai.

Penghematan biaya
Dalam hal menghemat uang, bekerja dari jarak jauh adalah win-win solution bagi pemberi kerja dan karyawan.

Biaya operasi bisnis dapat menguras rekening perusahaan. Membuat karyawan WFH dapat menghemat uang perusahaan.

Bagi karyawan, penghematan datang ketika mereka tidak perlu bolak-balik ke kantor.

Menciptakan work-life balance yang lebih baik
Hidup tidak melulu tentang pekerjaan. Sayangnya, waktu yang kamu gunakan untuk pergi ke kantor dan pulang ke rumah sangat memakan waktu hidup dan keluarga kamu.

Diperkirakan bahwa perusahaan yang mengijinkan karyawannya WFH bisa meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik dan karyawan yang lebih bahagia sehingga bisa jauh lebih produktif.

Selain menciptakan work-life balance, ini bisa menjadi strategi rekrutmen yang bagus bagi pemberi kerja.

Kontra

Potensi isolasi meningkat
Salah satu kelemahan paling signifikan untuk bekerja dari jarak jauh adalah potensi isolasi dan perasaan sendirian (walaupun beberapa orang berpikir itu juga masuk dalam poin pro).

WFH berarti kamu menghabiskan sebagian besar waktu hanya duduk di belakang layar di rumah, bahkan saat berbicara dengan kolega dan klien.

Pasca-COVID, harusnya hidup tidak seburuk itu, karena kamu harus bisa pergi keluar dan bertemu kolega, klien, serta teman lainnya.

Masalah keamanan
Saat karyawan bekerja di dalam gedung kantor, mereka akan menggunakan komputer dan perangkat lain.

Perusahaan bisa mengontrol perlindungan dan keamanan komputer kantor.

Namun, ketika karyawan WFH, IT perusahaan tidak dapat memastikan bahwa data perusahaan tetap aman dari peretas ataupun mengawasi penggunaannya.

Baca juga: 6 Cara Mengasah Keterampilan Sosial Saat WFH

Ini hanya beberapa pro dan kontra dari terus bekerja WFH atau kerja jarak jauh pasca COVID-19.

Baik kamu seorang pengusaha atau karyawan, lakukanlah riset mendalam serta pertimbangkan pro dan kontra dengan cermat.

Setelah itu kamu bisa memutuskan opsi mana yang terbaik untuk kamu dan perusahaan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan