Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Januari 24, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Dapat 2 Tawaran Pekerjaan? Begini Cara Memutuskannya (Bagian 1)

Ilustrasi. (dok. Multibriefs)

Topcareer.id – Hal ini mungkin terdengar seperti mimpi, menerima penawaran kerja langsung dari dua perusahaan impian.

Tetapi memiliki dua tawaran pekerjaan seperti itu bisa membuat kamu mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan.

Pakar karier telah membagikan beberapa hal penting untuk dipertimbangkan jika kamu kesulitan memutuskan dua tawaran pekerjaan.

Bagian pertama dari artikel

Baca juga: Dipecat? Begini Cara agar Lekas dapat Pekerjaan Baru

Ingat kembali passionmu
Tariklah napas dalam-dalam, dan tenangkan pikiranmu. Setelah itu, coba pikirkan mana dari dua pekerjaan itu yang paling mendekati passionmu. Jika job descnya sama, coba pikirkan mana yang paling sesuai dengan karaktermu, entah itu dari cara kerja atau lingkungannya. Dari pemikiran sederhana ini kamu akan memliki sedikit gambaran untuk menentukan pilihanmu.

Berpikir jangka panjang
“Salah satu alasan utama orang berganti peran adalah untuk memajukan karier mereka, jadi ketika memutuskan langkah kamu selanjutnya, ambisi karier jangka panjang kamu harus menjadi pertimbangan penting,” kata Dipen Kunwar, associate director di Robert Walters Japan.

Setiap keputusan karier yang dibuat seorang kandidat pada akhirnya akan berdampak pada ambisi karier jangka panjang mereka.

Ambisi jangka panjang harus bertindak sebagai tujuan akhir, dan pilihan pekerjaan apa pun yang kamu buat sekarang, itu akan menggerakkan kamu mencapai tujuan.

Hati-hati dengan faktor ‘dorongan’
“Saat mempertimbangkan setiap peran, tanyakan pada dirimu apakah itu akan memenuhi alasan kamu memutuskan untuk mencari pekerjaan baru,” saran Dipen.

Kandidat mana pun kemungkinan akan mengalami ‘faktor pendorong’ yang mendorong mereka menjauh dari peran mereka saat ini.

Seperti Hywel Davies, associate director di Robert Walters Indonesia menambahkan, “Jangan sampai kamu melompat keluar dari penggorengan dan masuk ke dalam api dengan memilih peran yang salah.”

Menilai work-life balance
“Work-life balance dari pekerjaan apa pun memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang, jadi pertimbangkan dampak apa yang akan dimiliki setiap peran terhadap kebutuhan dan persyaratan kamu sendiri,” saran Hywel.

Jika kandidat memiliki keluarga muda atau tanggung jawab lain, maka kemampuan untuk bekerja dari rumah atau bekerja secara fleksibel mungkin menjadi perhatian yang lebih mendesak.

“Pertimbangkan juga lokasi dan perjalanan masing-masing peran karena ini dapat berdampak signifikan pada kehidupan kamu sehari-hari.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan