Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Dapat 2 Tawaran Pekerjaan? Begini Cara Memutuskannya (Bagian 2)

Topcareer.id – Hal ini mungkin terdengar seperti mimpi, menerima penawaran kerja langsung dari dua perusahaan impian.

Tetapi memiliki dua tawaran pekerjaan seperti itu bisa membuat kamu mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan.

Pakar karier telah membagikan beberapa hal penting untuk dipertimbangkan jika kamu kesulitan memutuskan dua tawaran pekerjaan.

Bagian akhir dari artikel

Pertimbangkan kecocokan budaya
“Budaya perusahaan sangat penting ketika memutuskan tawaran mana yang akan diterima karena kamu harus yakin bahwa kamu akan menikmati bekerja setiap hari,” kata Hywel.

Cobalah bertanya kepada teman atau mantan karyawan yang mengetahui bisnis perusahaan tersebut, dan periksa media sosial perusahaan.

Pikirkan tentang jenis peran yang kamu nikmati di masa lalu, dan peran mana yang ditawarkan paling dekat dengan mereplikasi lingkungan itu.

Baca juga: Dipecat? Begini Cara agar Lekas dapat Pekerjaan Baru

Renungkan wawancaranya
“Proses wawancara adalah tempat keajaiban terjadi, menawarkan kamu kesempatan terbaik untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang bagaimana perusahaan beroperasi pada tingkat pribadi,” kata Dipen.

Dari wawancara yang baik, kamu akan dapat membayangkan seperti apa hari kerja biasa dan dapat mengukur budaya tempat kerja perusahaan baru.

Jangan dibutakan oleh gaji
Meskipun gaji jelas merupakan pertimbangan penting dalam setiap tawaran pekerjaan, namun harus secara adil mencerminkan tingkat pekerjaan yang diharapkan.

Sebuah peran dapat menawarkan manfaat karier non-moneter lainnya seperti peningkatan tanggung jawab atau eksposur yang lebih besar.

Jika kamu ingin membuat keputusan yang tidak bias berdasarkan gaji, abaikan paket keuangan dan fokuslah pada apa yang membuatmu tertarik dengan penawaran tersebut.

Percaya insting
Mengambil peran baru tidak pernah tanpa risiko terlepas dari seberapa banyak pemikiran yang telah diambil untuk pindah.

Menjadi penghindar risiko bukanlah kualitas yang buruk ketika ingin berganti pekerjaan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan