Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 25, 2022
redaksi@topcareer.id
Info Beasiswa

Setop Kerja Keras, Mulailah Kerja Smart (Bagian 2)

Topcareer.id – Slogan “work hard play hard” mulai usang, sekarang adalah eranya kerja smart alias kerja pintar.

Jadi, jangan biarkan diri kamu terjebak dalam rutinitas kerja masa lalu yang melelahkan. Mulailah terapkan kerja pintar agar kamu semakin mudah untuk mendapatkan keseimbangan yang baik antara kerja dengan kehidupan pribadi.

Meski terdengar rumit, kerja pintar sebenarnya bukan sesuatu yang sulit untuk diterapkan lho. Kamu hanya perlu lebih fleksibel dan pandai membaca situasi.

Sebagai permulaan, berikut 10 tips dari laman Forbes yang bisa kamu coba. Disimak baik-baik ya.

Bagian akhir dari artikel.

Kurangi daftar tugasmu
Memulai hari dengan daftar tugas besar yang tidak realistis tidak hanya akan membuat kamu jadi tidak produktif, tetapi juga membuatmu merasa seperti sedang menyiapkan diri untuk gagal.

Karena itu, buatlah daftar tugas yang lebih kecil, yang tentunya lebih mudah dicapai. Mulailah dengan tugas terpenting, dan batasi daftar menjadi tiga hingga lima item. Dengan begitu, kamu mungkin akan menyelesaikan lebih banyak.

Berhenti menunda
Salah satu metode paling sederhana untuk bekerja lebih cerdas dijelaskan oleh fenomena yang disebut Efek Zeigarnik.

Efek Zeigarnik menyatakan bahwa tidak menyelesaikan tugas menciptakan ketegangan mental, yang membuatnya selalu diingat. Satu-satunya hal yang akan meredakan ketegangan ini adalah menyelesaikan tugas.

Jadi, tunggu apalagi, mulailah bergerak. Percayalah, jika kamu dapat mulai berfokus pada suatu proyek selama beberapa menit, keinginan untuk menyelesaikannya akan mengambil alih rasa malasmu.

Jadi lain kali ketika kamu merasa ingin menunda tugas, ambil saja langkah pertama itu, dan sisanya akan mengikuti.

Baca juga: Beda Workaholic dengan Pekerja Keras, Kamu yang Mana?

Kurangi distraksi
Cara lain untuk bekerja lebih cerdas adalah meminimalkan gangguan. Jadi pastikan untuk mengurangi distraksi, seperti contohnya menyembunyikan ponselmu.

Satu studi menemukan bahwa membawa ponsel, bahkan jika kamu tidak menggunakannya, dapat membuat kinerja kamu 20% lebih buruk.

Kalau kamu memang tidak bisa jauh dari ponsel kamu, coba gunakan aplikasi seperti Rescuetime, atau Freedom untuk memblokir situs web yang mengganggu. Kamu juga bisa mematikan internet sama sekali saat memang tidak benar benar memerlukannya.

Rapikan meja kerja kamu
Membersihkan kantor tidak hanya akan membantu kamu bekerja lebih cerdas, tetapi juga baik untuk kesehatanmu.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di UCLA’s Center on Everyday Lives of Families (CELF) mengidentifikasi hubungan langsung antara hormon stres kortisol dan kekacauan.

Jadi coba realisasikan ini dengan membuang kertas, sampah, dan barang-barang lain yang tidak perlu dari meja kerja kamu.

Tak cuma di meja, hapus juga perangkat lunak yang tidak penting di komputer kamu. Coba atur dokumen ke dalam folder dan hapus file yang tidak dibutuhkan. Urus juga email kamu sehingga rapi dan mudah dibaca.

Bekerja dalam blok 90 menit
Ilmu pengetahuan belakangan telah membuktikan bahwa otak kita dapat bertahan selama sekitar 90 menit pada tingkat optimal sebelum kehilangan tenaga, setelah itu perlu istirahat.

Jadi memanfaatkan gelombang siklus itu dapat membantu otak kita beroperasi pada efisiensi puncak.

Dengan bekerja dalam kurun waktu 90 hingga 120 menit diikuti dengan istirahat 20-30 menit, kamu akan dapat berkonsentrasi lebih lama, menghindari gangguan, dan mempertahankan tingkat energi yang lebih tinggi.

Dengan mempelajari cara mengelola energi seperti ini, selain menghemat waktu, produktivitas kita juga akan meroket.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan