Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 25, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kopi Panas vs Kopi Dingin, Mana yang Lebih Sehat?

Ilustrasi: AARP

Topcareer.id – Banyak pecinta kopi yang lebih bisa menikmati minuman kopinya dalam keadaan dingin, sebab terasa lebih segar terutama jika diminum saat siang hari yang panas.

Namun, tak jarang juga para penyuka kopi yang lebih bisa menikmati kopinya jika disajikan dalam keadaan panas.

Kopi dikenal memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam porsi yang cukup.

Berbicara tentang hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, mana yang lebih sehat? Kopi panas atau kopi dingin?

Ada manfaat kesehatan yang tak terhitung yang terkait dengan minum kopi, seperti penurunan risiko penyakit jantung, kemungkinan lebih kecil terkena diabetes tipe 2 dan yang paling penting umur panjang.

Kopi juga dikaitkan dengan penurunan risiko depresi dan keterampilan kognitif yang lebih baik.

Tingginya tingkat polifenol, mineral dan antioksidan adalah alasan di balik sajian kopi yang diperoleh.

Senyawa bioaktif dalam kopi adalah alasan utama yang membuat kopi menjadi lebih sehat.

Dan kamu akan terkejut mengetahui bahwa menambahkan es ke dalam kopi (kopi dingin) tidak mengubah senyawa bioaktif di dalamnya, sehingga membuatnya sama sehatnya dengan kopi panas.

Profil nutrisi kopi tidak terpengaruh oleh suhunya. Dan jika dibandingkan, kopi dingin memiliki manfaat yang sedikit lebih banyak daripada kopi panas.

Baca juga: Kalahkan Starbucks, Kopi Kenangan Raih Status Unicorn dengan Valuasi Lebih dari Rp 14,2 Triliun

Kopi dingin adalah pilihan yang lebih baik untuk orang yang memiliki masalah lambung.

Kopi dingin mampu mengurangi kadar asamnya hingga 67 persen, dengan demikian akan terasa lebih baik pada sistem pencernaan.

Ini juga pilihan yang lebih baik untuk orang-orang yang memiliki lidah sensitif saat menyeruput kopi panas.

Kopi dingin memiliki konsentrasi kafein yang lebih tinggi, sehingga orang yang mengalami masalah tidur harus menghindari mengonsumsinya, atau jika ingin meminumnya sebaiknya empat jam sebelum waktu tidur.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan