Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Januari 24, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Negara-Negara Miskin Tolak Lebih Dari 100 Juta Sumbangan Vaksin COVID-19, Ada Apa?

vaksin gotong royongFoto ilustrasi

Topcareer.id – Negara-negara miskin telah menolak lebih dari 100 juta dosis vaksin COVID-19 yang didistribusikan oleh program global COVAX, terutama karena tanggal kedaluwarsanya hampir habis, kata seorang pejabat UNICEF, Kamis (13/1).

“Lebih dari 100 juta vaksin COVID telah ditolak hanya pada bulan Desember saja,” kata Etleva Kadilli, direktur Divisi Pasokan di badan PBB UNICEF.

Alasan utama penolakan adalah pengiriman dosis dengan umur kedaluwarsa yang pendek, Kadilli menjelaskan.

Negara-negara miskin juga terpaksa menunda pasokan karena mereka memiliki fasilitas penyimpanan yang tidak memadai.

Banyak negara juga menghadapi tingkat keragu-raguan vaksin yang tinggi dan memiliki sistem perawatan kesehatan yang terbebani.

UNICEF tidak segera menjawab pertanyaan tentang berapa banyak dosis yang telah ditolak sejauh ini secara total.

Data UNICEF tentang persediaan dan penggunaan vaksin yang dikirim menunjukkan bahwa 681 juta dosis pengiriman saat ini disimpan di sekitar 90 negara miskin.

Baca juga: Ini List Vaksin Booster di Indonesia, dan Ketentuan Menggunakannya

Lebih dari 30 negara miskin, termasuk negara bagian besar seperti Republik Demokratik Kongo dan Nigeria, telah menggunakan kurang dari setengah dosis yang mereka terima.

Seorang juru bicara Gavi, aliansi vaksin yang mengelola COVAX, mengatakan bahwa tingkat penyimpanan yang tinggi disebabkan oleh lonjakan pengiriman pada kuartal terakhir, terutama pada bulan Desember.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan