Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Oktober 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

CEO Moderna Sebut Data Vaksin Khusus Omicron Mungkin Tersedia Maret 2022

Vaksin moderna. Dok/CDC

Topcareer.id – Kandidat vaksin Moderna Inc yang spesifik dibuat khusus untuk melawan varian virus corona Omicron akan memasuki pengembangan klinis dalam beberapa minggu ke depan, CEO Stephane Bancel mengatakan pada hari Senin (17/1).

“Vaksin hampir selesai … itu harus diawasi secara khusus di klinik dalam beberapa minggu mendatang. Kami berharap dalam Maret sudah memiliki data untuk dibagikan dengan regulator untuk mengetahui langkah selanjutnya,” kata Bancel di Forum Ekonomi Dunia.

Moderna juga mengembangkan vaksin tunggal yang menggabungkan dosis booster COVID-19 dengan suntikan flu eksperimentalnya.

Bancel mengatakan skenario kasus terbaik adalah kombinasi vaksin COVID/flu akan tersedia pada musim gugur 2023, setidaknya di beberapa negara.

“Tujuan kami adalah untuk dapat memiliki satu booster tahunan sehingga kami tidak memiliki masalah kepatuhan di mana orang tidak ingin mendapatkan dua hingga tiga suntikan di musim dingin.” Jelasnya.

Banyak negara sudah menawarkan dosis ketiga vaksin COVID-19 kepada warganya, terutama kepada orang tua dan mereka yang kekebalannya terganggu.

Tahun lalu Bancel mengatakan orang mungkin memerlukan suntikan keempat pada musim gugur 2022.

Kesimpulan tersebut berdasarkan kemanjuran booster terhadap COVID-19 kemungkinan akan menurun selama beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Moderna Klaim Dosis Booster Buatannya Mampu Lawan Omicron

Namun, program booster telah bertemu dengan skeptisisme dari beberapa ahli penyakit mengenai apakah dan seberapa luas dosis tambahan harus tersedia.

Regulator obat Uni Eropa pun telah menyatakan keraguan tentang perlunya dosis booster kedua atau suntikan dosis keempat.

Pakar penyakit menular terkemuka AS Anthony Fauci mengatakan tidak ada bukti bahwa dosis booster berulang akan membanjiri sistem kekebalan.

Fauci mengatakan tujuannya seharusnya memiliki booster yang mampu menginduksi respons terhadap beberapa varian potensial.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan