Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Inggris Cabut Pembatasan COVID-19, Paspor Vaksin Dicabut dan Wajib Masker Dihapus

Inggris. Dok/BBCInggris. Dok/BBC

Topcareer.id – Masker wajah tidak lagi wajib di tempat-tempat umum dan sekolah-sekolah di Inggris dan paspor COVID-19 akan dibatalkan untuk acara-acara, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Rabu (19/1).

Sementara rumah sakit di Inggris utara masih ditekan oleh beban kasus yang tinggi dan infeksi masih meningkat di sekolah-sekolah, Johnson mengatakan rumah sakit dan pasien di unit perawatan intensif di tempat lain di Inggris stabil atau cenderung turun.

Pemerintah tidak lagi menyarankan orang untuk WFH, Sertifikat vaksin COVID-19 tidak diperlukan lagi untuk masuk ke acara berskala besar mulai Kamis (27/1).

Pada Kamis (27/1) penggunaan masker wajah juga tidak lagi diwajibkan secara hukum di mana pun di Inggris.

“Kami akan mempercayai penilaian rakyat Inggris dan tidak lagi mengkriminalisasi siapa pun yang memilih untuk tidak memakai masker,” kata Johnson.

Johnson mengatakan bahwa lebih dari 90% penduduk Inggris berusia di atas 60 tahun telah mendapat suntikan booster.

Angka resmi menunjukkan bahwa infeksi COVID-19 telah turun di sebagian besar Inggris untuk pertama kalinya sejak awal Desember.

Baca juga: Bank di Inggris Ini Terapkan 4 Hari Kerja Seminggu

Persyaratan bagi mereka yang terinfeksi untuk karantina selama lima hari penuh tetap ada, tetapi Johnson mengatakan itu juga akan berakhir dalam beberapa minggu mendatang.

Dia mengatakan aturan karantina berakhir pada 24 Maret, namun dia akan berusaha membatalkannya lebih awal jika data virus terus membaik.

Kabar ini disambut baik oleh kalangan bisnis, terutama yang mengandalkan pekerja yang kembali mengisi pusat kota, serta perhotelan dan pariwisata.

“Ada kebutuhan vital sekarang untuk konsistensi yang lebih besar dalam bagaimana kita hidup berdampingan dengan virus dalam jangka panjang. Berayun bolak-balik antara pembatasan dan normalitas telah merusak,” kata Matthew Fell, kepala direktur kebijakan Konfederasi Industri di Inggris.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan