Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Oktober 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

CEO Pfizer: Lebih Baik Vaksin COVID-19 Tahunan daripada Bolak-Balik Booster

ilustrasi vaksin covid-19Ilustrasi Vaksin

Topcareer.id – Kepala Eksekutif Pfizer Inc Albert Bourla mengatakan pada hari Sabtu (22/1) bahwa vaksin COVID-19 tahunan akan lebih baik daripada suntikan booster yang lebih sering dalam memerangi pandemi virus corona.

Vaksin COVID-19 Pfizer/BioNtech telah terbukti efektif melawan penyakit parah dan kematian yang disebabkan oleh varian Omicron.

Dengan kasus yang melonjak, beberapa negara telah memperluas program booster vaksin COVID-19 atau memperpendek jarak antar suntikan.

Dalam sebuah wawancara dengan N12 News Israel, Bourla ditanya pendapatnya tentang suntikan booster setiap empat hingga lima bulan secara teratur.

“Ini bukan skenario yang baik. Yang saya harapkan adalah bahwa kami akan memiliki vaksin yang harus Anda lakukan setahun sekali,” kata Bourla.

“Setahun sekali akan lebih mudah meyakinkan orang untuk melakukannya. Lebih mudah diingat orang.” Ujar Bourla.

“Jadi dari perspektif kesehatan masyarakat, ini adalah situasi yang ideal. Kami sedang mencari untuk melihat apakah kami dapat membuat vaksin yang mampu melawan Omicron serta tidak melupakan varian lain dan itu bisa menjadi solusi,” jelas Bourla.

Bourla mengatakan Pfizer siap mengajukan persetujuan untuk vaksin tahun dalam upaya melawan Omicron dan memproduksinya secara massal setelah Maret 2022.

Baca juga: CEO Pfizer: Vaksin untuk Omicron akan Siap pada Maret

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan dosis ketiga vaksin mRNA adalah kunci memerangi Omicron dan memberikan perlindungan 90% terhadap rawat inap.

Sebuah studi pendahuluan yang diterbitkan oleh Pusat Medis Sheba Israel menemukan suntikan keempat meningkatkan antibodi ke tingkat yang lebih tinggi daripada yang ketiga.

Namun, kemungkinan itu masih tidak cukup untuk menangkis Omicron. Meskipun demikian, booster kedua masih disarankan untuk kelompok risiko.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan