Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Oktober 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips KarierTren

4 Alasan Pindah Jalur Karier yang Bikin Kamu Berujung pada Kegagalan

Ilustrasi: Career AddictIlustrasi: Career Addict

Topcareer.id – Di pasar kerja saat ini kamu harus selalu siap untuk beradaptasi. Termasuk, ketika kamu memutuskan untuk mengubah jalur karier atau melakukan pelatihan karier yang sangat baru untuk mengejar impianmu.

Tidak setiap perubahan itu baik. Banyak perpindahan karier yang berhasil, menghasilkan gaji yang lebih besar, proyek yang lebih menarik, atau jalur karier yang lebih bermanfaat. Kuncinya adalah memastikan bahwa kamu membuat perubahan untuk alasan yang tepat. Berikut adalah beberapa alasan yang menentang perpindahan karier.

1. Pertimbanganmu mungkin belum jelas

Salah satu alasan mengapa membuat perubahan besar di tempat kerja saat kamu mengalami perubahan besar di rumah adalah ide yang buruk adalah karena hal itu dapat mengaburkan penilaianmu.

Mengambil memiliki bayi atau mengadopsi anak sebagai contoh. Kamu mungkin menghadapi kurang tidur, menyesuaikan diri dengan anggota keluarga baru, atau bahkan menghadapi perubahan caramu memandang identitasmu sendiri. Dengan semua itu, kamu mungkin tergoda untuk mengubah kehidupan profesionalmu juga.

Itu mungkin hal yang benar untuk dilakukan, tetapi lebih baik jika kamu dapat membuat pilihan itu ketika kamu bisa tidur teratur dan memiliki rasa stabilitas yang lebih kuat di rumah.

2. Ketika kamu memiliki haru-hari atau minggu demi minggu yang buruk

Bahkan pekerjaan terbaik pun datang dengan hari, minggu, dan terkadang bulan yang buruk. Sebelum kamu memutuskan bahwa pekerjaan impianmu telah menjadi mimpi buruk, pastikan kamu tidak mengacaukan kesalahan sementara untuk masalah permanen.

Baca juga: 4 Alasan Pindah Jalur Karier yang Bikin Kamu Berujung pada Kegagalan

Misalnya, mungkin kamu sedang mengerjakan proyek yang melelahkan sekarang, tetapi bulan depan, kamu akan fokus pada sesuatu yang lebih baik. Atau, kamu memiliki konflik dengan anggota tim, tetapi kamu akan berkolaborasi dengan orang lain untuk sprint berikutnya. Bahkan bos yang buruk tidak selalu bertahan selamanya.

3. Kamu berfokus pada uang

Tidak mengherankan jika banyak pekerja memilih berhenti untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Tetapi jika kamu membuat perubahan karier hanya dengan memikirkan uang, kamu mungkin mendapati dirimu lebih buruk daripada jika kamu tetap tinggal.

Uang adalah alasan yang bagus untuk melakukan perubahan, tetapi itu seharusnya bukan satu-satunya alasanmu.

4. Hanya untuk FOMO (takut ketinggalan)

Kita hidup di zaman Instagram. Sangat mudah untuk jatuh ke dalam perangkap membandingkan bagian dalam dirimu dengan bagian luar orang lain. Tetapi versi karier orang yang dikuratori dengan cermat yang kamu lihat di media sosial bukanlah kenyataan. Kamu bisa melihat promosi hingga penghargaan, tetapi tidak pernah melihat saat-saat keraguan dan kegagalan.

Ingatlah bahwa kariermu adalah milikmu sendiri. Kamu tidak perlu bersaing dengan rekan kerja, teman sekamar kuliah, teman, atau saingan profesionalmu. Kamu hanya perlu menemukan pekerjaan dan karier yang paling cocok untuk dirimu.

Tinggalkan Balasan