Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Februari 1, 2023
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Jangan Tanyakan Hal Ini Dalam Wawancara Kerja

cropped-inspired-2015-06-job-interview-work-office-career-meeting-stocksy-main.jpg

Topcareer.id – Sebagian besar kandidat pekerja pasti memfokuskan persiapan pra-wawancara mereka tentang cara menjawab pertanyaan, hingga menyiapkan beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada calon pemberi kerja.

Namun, kamu wajib mengetahui jenis pertanyaan tertentu yang meskipun mungkin valid, tetapi haram untuk ditanyakan.

Dalam pertemuan wawancara kerja, jika kamu sampai menanyakan pertanyaan ini, bisa membahayakan pencalonan kamu dan berdampak negatif pada reputasimu.

Jadi hindari menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut dalam wawancara kerja.

Kapan saya bisa mengambil cuti pertama saya?
Jika kamu sudah khawatir dengan persoalan mengambil cuti, kamu akan dianggap tidak serius sebagai kandidat yang mau bekerja.

Jika perusahaan memiliki kebijakan liburan atau cuti yang menarik, pasti mereka akan mempromosikannya dalam deskripsi pekerjaan atau di situs web mereka.

Ini adalah pertanyaan yang bisa kamu tanyakan nanti ke HRD setelah diterima kerja, bukan pertanyaan untuk pewawancara kamu.

Berapa banyak gaji saya dan berapa kali saya gajian dalam sebulan?
Ini mungkin contoh terbaik dari pertanyaan yang benar-benar penting bagi pencari kerja, tetapi itu tidak termasuk dalam wawancara kerja apalagi wawancara pertama.

Kemungkinan besar orang yang mewawancarai kamu bahkan belum memiliki jawaban untuk pertanyaan ini karena tawaran pekerjaan dapat bergantung pada sejumlah faktor yang unik untuk setiap kandidat individu.

Apa misi perusahaan Anda? atau Apa yang dilakukan perusahaan Anda?
Mengajukan pertanyaan dasar tentang apa yang dilakukan perusahaan atau organisasi, atau apa misi mereka adalah tanda yang mencolok bagi pewawancara bahwa kamu tidak melakukan penelitian apa pun sebelum wawancara.

Jika kamu tidak siap untuk pertemuan profesional yang begitu penting di mana kamu harus siap dengan segala informasi, bagaimana mereka mengharapkan kamu berhasil saat kamu benar-benar diterima bekerja?

Apakah saya bisa mendapat pekerjaan ini?
Ini adalah cara terbaik untuk menempatkan pewawancara kamu di posisi yang tidak nyaman.

Meskipun ini pertanyaan sangat tepat dan untuk mengungkapkan minat atau kegembiraanmu mendapat kesempatan di perusahaan, namun pertanyaan ini bisa terasa sangat ofensif bagi pewawancara dan kamu berisiko batal diterima kerja.

Apakah perusahaan melakukan tes narkoba pada seluruh karyawannya?
Jika kamu harus bertanya, maka kemungkinan besar ada alasannya, atau setidaknya inilah yang akan terlihat oleh pewawancara.

Faktanya, hindari mengajukan pertanyaan tentang segala jenis perilaku disiplin karena itu memberi kesan kepada pewawancara bahwa kamu sudah khawatir karena nantinya kamu akan melanggar aturan. Kamu tidak akan terlihat bagus.

Baca juga: Jangan Jawab Pertanyaan Ini saat Wawancara!

Manfaat macam apa yang akan saya dapatkan?
Seperti pertanyaan tentang gaji, jenis informasi ini sangat penting untuk diketahui sebelum kamu menerima tawaran pekerjaan.

Tetapi dalam banyak kasus, wawancara kerja terlebih saat wawancara pertama ini bukanlah waktu atau tempat yang tepat untuk menanyakan ini.

Bersabarlah dan fokus untuk mencari tahu apakah peran dan organisasi cocok untuk kamu dalam hal budaya, tugas, dan jalur karier.

Apa hal terburuk jika bekerja di sini?
Meskipun kamu mungkin diam-diam bertanya-tanya apa kerugian bekerja di tempat yang kamu lamar, temukan cara yang lebih bijaksana dan tidak terlalu menyinggung untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang perusahaan.

Daripada menanyakan hal-hal negatif, tanyakan tentang hal-hal seperti budaya perusahaan, lingkungan tempat kerja sehari-hari, atau bahkan bagaimana perusahaan menangani tantangan.

Kamu akan cenderung mendapatkan pandangan yang jauh lebih kaya dan komprehensif tentang perusahaan dengan pertanyaan seperti ini.

Dan pastinya kamu menghindari menempatkan pewawancara dalam posisi yang tidak nyaman.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan