Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Oktober 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips KarierTren

Mau Ngeluh ke Bos karena Kewalahan Kerja? Siapkan 3 Hal Ini Dulu

cropped-komunikasi-dengan-bos-1.jpg

Topcareer.id – Rasanya di masa pandemi ini dan bekerja dari rumah, kewalahan kerja seperti hal yang dimaklumi karena atasan kesulitan melihat langsung seberapa keras tim mereka bekerja. Tapi, kewalahan kerja tak boleh dimaklumi.

Kamu diizinkan bebicara dengan atasan atau bosmu jika memang sudah sampai ke tahap kewalahan. Bicarakan beban kerjamu. Tapi sebelum kamu ngobrol ke bos soal beban kerja, melansir laman Fast Company, kamu perlu persiapkan 3 hal ini terlebih dulu.

1. Dokumentasikan tugas-tugasmu

Kamu tidak bisa lagsung pergi ke bos dan mengatakan bahwa kamu memiliki terlalu banyak pekerjaan. Kamu harus lebih spesifik dari itu.

Satu hal yang perlu kamu lakukan adalah memiliki daftar yang jelas tentang semua tugasmu saat ini, bersama dengan tanggal di mana tugas-tugas itu harus diselesaikan, perkiraan jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas itu, dan orang lain (dari dalam atau luar organisasi) yang kamu andalkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Daftar ini penting, karena sebagian besar pemecahan masalah beban kerja adalah memahami pertukaran apa yang perlu dilakukan agar kamu memiliki sejumlah tugas yang dapat dikelola. Dengan memberikan informasi kepada atasan tentang perkiraanmu tentang berapa banyak waktu yang dibutuhkan suatu tugas, kamu memberi mereka perkiraanmu tentang upaya yang diperlukan.

2. Analisis alur kerjamu

Saat kamu mendokumentasikan serangkaian tugas yang kamu lakukan, kamu juga harus jelas tentang dari mana permintaan tertentu berasal dan kepada siapa kamu menyerahkan pekerjaanmu yang telah selesai. Ada dua alasan mengapa ini akan membantu diskusi.

Baca juga: Hindari 3 Kesalahan Ini Saat Melamar Untuk Pekerjaan Remote

Pertama, atasanmu mungkin tidak mengetahui jumlah orang lain yang dapat menambahkan sesuatu ke daftar tugasmu. Itu mungkin mengapa bosmu tidak menyadari berapa banyak yang kamu kerjakan. Informasi ini juga dapat berguna untuk memutuskan orang mana yang dapat memberimu tugas baru.

Kedua, posisi tugas tertentu dalam keseluruhan alur kerja kelompok sangat berharga, karena membantu menentukan aspek lain dari proyek yang bergantung pada kontribusimu. Pengetahuan ini akan membantu baik dalam menetapkan prioritas untuk pekerjaan yang kamu lakukan, serta memikirkan siapa yang mungkin dapat mengambil alih beberapa pekerjaan yang tidak dapat kamu selesaikan.

3. Saran prioritas

Menganggap beban pekerjaan yang kamu lakukan bukan hanya cerminan bahwa kamu bekerja secara tidak efisien; kamu harus menentukan tugas mana yang akan diselesaikan dan tugas mana yang akan diletakkan di belakang.

Jadi, sebelum kamu menyajikan daftar tugas dan alur kerjamu, pikirkan apa yang akan kamu prioritaskan jika keputusan ada di tanganmu. Tuliskan bagaimana kamu akan membenarkan pemesanan itu. Bawa informasi itu ke rapat.

Daftar prioritas ini memberikan titik awal untuk percakapan. Kamu mungkin menemukan bahwa atasanmu sejalan dengan rekomendasimu. Ketika atasan menyarankan serangkaian prioritas yang berbeda dari apa yang kamu buat, itu adalah informasi yang berharga.

Tinggalkan Balasan