Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 28, 2023
redaksi@topcareer.id
Profesional

Cara Mengatasi Bullying di Tempat Kerja

cropped-bullying-boss.jpg

Topcareer.id – Bullying tidak hanya terjadi di halaman sekolah, kantor juga merupakan tempat berkembang biak bagi para pelaku intimidasi.

Memiliki tempat kerja yang aman dari bullying adalah hak asasi manusia yang mendasar.

Sayangnya, ada orang yang kurang menghormati hak asasi manusia, sehingga bahkan sebagai orang dewasa kita dapat menemukan diri kita berada di bawah bullying atasan atau rekan kerja.

Bullying bisa terjadi di semua jenis tempat kerja dan pelaku intimidasi tidak selalu seseorang yang memiliki posisi berkuasa.

Para pelaku intimidasi bisa siapa saja, bahkan seseorang yang menjadi rekan kerja kamu di kantor.

Mengenali jenis bullying di tempat kerja
Beberapa jenis intimidasi di tempat kerja meliputi:

  • Menghina, berteriak, mengumpat
  • Komentar yang menyakitkan, mengolok-olok kamu atau pekerjaanmu
  • Menyebarkan gosip tentang kamu
  • Mengucilkan kamu dari aktivitas atau percakapan di tempat kerja
  • Memberi kamu tugas yang tidak berguna atau merendahkan
  • Membuat tuntutan kerja yang mustahil sehingga membuatmu gagal
  • Selalu berusaha mempersulit kamu
  • Menahan informasi penting dari kamu
  • Kekerasan fisik, mulai dari mendorong dan tersandung hingga serangan fisik
  • Mengancam agar kamu melakukan sesuatu yang memalukan atau ilegal

Bagaimana hal itu dapat memengaruhi kamu?
Bullying di tempat kerja dapat memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi kesehatan mental dan fisik kamu.

Menurut Bully Zero Australia Foundation, hal itu dapat menyebabkan:

  • Tekanan psikologis dan emosional yang parah
  • Gangguan tidur, gangguan kemampuan kognitif dan perasaan cemas dan khawatir
  • Gejala fisik seperti sakit perut, sakit punggung, sakit kepala, depresi dan kecemasan
  • Ketidakmampuan untuk bekerja
  • Berkurangnya produktivitas, hasil kerja dan kinerja
  • Hilangnya kepercayaan diri, moral rendah, merasa ditolak atau tidak dapat mempercayai orang lain

Harus selalu waspada
Ada banyak prosedur untuk menangani perundungan, mulailah dengan menemukan kebijakan intimidasi resmi pekerjaan kamu.

Kamu mungkin telah diberi salinan ini saat pertama kali mulai masuk kerja. Ini akan memberimu gambaran tentang siapa orang terbaik untuk diajak bicara dan apa yang perlu kamu lakukan.

Efek kesehatan negatif dari bullying dapat terus berlanjut, bahkan setelah situasinya teratasi.

Jadi penting bagi kamu untuk selalu waspada dan mengetahui cara menjaga diri sendiri untuk mencegah masalah lebih lanjut berkembang.

Berani bicara
Kamu mungkin merasa gugup untuk memberi tahu manajer bahwa kamu tengah mengalami perundungan, tetapi tugas mereka adalah memastikan lingkungan kerja yang aman.

Jika kamu merasa tidak nyaman berbicara dengan manajer, sampaikan kekhawatiran kamu kepada seseorang yang lebih senior atau bicarakan dengan HRD.

Menyimpan catatan
Mungkin sulit untuk mengingat bentuk intimidasi itu, dan terkadang tanda-tandanya bisa tidak kentara.

Jadi tuliskan semuanya termasuk tanggal dan waktu setiap kejadian terjadi. Ini akan memberimu ketenangan pikiran ketika mengetahui kamu memiliki detail spesifik.

Jaga jarak
Kesejahteraan kamu itu penting dan biasanya tidak ada gunanya menghadapi si penindas sendiri.

Jaga jarak dan hindari berurusan dengan orang tersebut kecuali benar-benar diperlukan.

Merasa terjebak dan seperti tidak ada jalan keluar dapat berdampak pada kesehatan mental kamu, jadi carilah dukungan dari teman.

Baca juga: Pernah Alami Bullying di Zoom? Ini Tanda-tandanya

Tetap tenang
Pengganggu suka mencari masalah untuk mendapatkan respons. Cobalah untuk tetap tenang dan berikan dirimu kesiapan.

Sangat baik untuk bersikap tegas jika perlu, tetapi hindari menjadi emosional jika memungkinkan.

Ini bisa cukup untuk menghentikan intimidasi dan setidaknya akan mengurangi tingkat stres kamu sendiri.

Cari dukungan
Bicaralah dengan teman atau anggota keluarga, atau hubungi layanan pendukung jika kamu membutuhkan dukungan emosional.

kamu bisa mencoba menghubungi organisasi yang dapat memberikan konseling dan saran baik melalui telepon atau bertemu langsung. Jangan takut untuk meminta bantuan kapan saja.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan