Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Tanyakan 6 Hal Ini ke Diri Sendiri Sebelum Buka Usaha Franchise (Bagian 2)

usaha franchiseBisnis waralaba atau franchise. (dok. Business Doctor)

Topcareer.id – Dari berbisnis lewat franchise, kamu memang akan mendaptkan manfaat dari produk atau layanan, sambil jadi bos sendiri. Tapi, jika kamu bingung harus mulai usaha franchise dari mana, kamu bisa mulai dengan bertanya pada diri sendiri,

Berikut beberapa pertanyaan untuk diri sendiri yang bisa menjadi parameter dalam memulai usaha franchise atau waralaba.

4. Peran apa yang ingin saya mainkan dalam bisnis ini?

Ada dua jenis pewaralaba: pemilik yang tidak hadir, yang mempekerjakan staf untuk mengelola bisnis sehari-hari, dan pemilik/operator, yang terlibat langsung dalam menjalankan bisnis.

Sebelum membeli waralaba, tentukan apa yang kamu lihat dirimu lakukan setiap hari. Pemilik waralaba yang berbeda menawarkan berbagai peluang: Beberapa menawarkan pekerjaan langsung yang spesifik, sementara yang lain menawarkan kemungkinan manajemen.

Penting untuk mengetahui mana yang paling cocok untukmu sebelum membuat kesepakatan dengan waralaba.

5. Komitmen seperti apa yang ingin saya buat?

Banyak perjanjian waralaba adalah kontrak multiyears. Sementara beberapa hanya lima tahun atau selama 25 tahun, rata-rata panjang perjanjian waralaba adalah 10 tahun. Ini berarti kamu berkomitmen pada peluang ini untuk jangka panjang, karena mungkin sulit untuk keluar dari perjanjian waralaba.

Baca juga: Ini Yang Bikin Perusahaan Sulit Memberi Izin Kerja Hybrid

6. Berapa anggaran investasi saya?

Biaya waralaba sangat bervariasi menurut industri dan model bisnis. Sementara beberapa biaya di muka kurang dari Rp2 juta, yang lain lebih dari Rp20 juta.

Sebelum membeli waralaba, kamu harus mempertimbangkan investasi awal terhadap pengembalian yang diharapkan, bersama dengan pendapatan, gaya hidup, dan tujuan ekuitasmu.

Kamu perlu menentukan seberapa banyak kamu bersedia untuk berinvestasi dan apa yang akan membantumu mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Investasi bervariasi antara waralaba, tergantung pada beragam faktor. Misalnya, membuka waralaba makanan memiliki biaya yang jauh lebih tinggi daripada waralaba bisnis-ke-bisnis (B2B) berbasis rumah karena jumlah peralatan dan inventaris yang diperlukan untuk memulai bisnis.

Meskipun beberapa waralaba ingin pemilik waralaba mereka memiliki pengalaman industri tertentu, lebih penting untuk memiliki pengetahuan bisnis dasar dan dorongan kewirausahaan untuk berhasil.

Tinggalkan Balasan