Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Februari 3, 2023
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Hindari 6 Pertanyaan Ini Saat Wawancara Kerja

Ilustrasi lowongan kerja. Dok/SHRMIlustrasi lowongan kerja. Dok/SHRM

Topcareer.id – Mendapat kesempatan untuk melangsungkan wawancara kerja merupakan hal yang sangat penting bagi para pencari kerja.

Selama sesi wawancara, meskipun perusahaan menilai ada kemungkinan kamu cocok untuk tim, kamu juga harus memastikan perusahaan dan peran kamu nantinya sesuai denganmu.

Untuk mendapatkan banyak informasi yang kamu butuhkan selama wawancara, penting untuk menyiapkan beberapa pertanyaan.

Sementara sebagian besar pertanyaanmu mungkin bagus untuk kamu tanyakan, namun ada beberapa pertanyaan yang bisa jadi tanda bahaya bagi pewawancara.

Untuk memastikan wawancara kamu menang dan tidak gagal, inilah pertanyaan yang harus hindari untuk kamu tanyakan dengan cara apa pun.

Apa yang orang kerjakan dalam peran atau posisi ini?
Deskripsi pekerjaan yang terperinci biasanya selalu disertakan dalam deskripsi lowongan pekerjaan apapun.

Mengajukan pertanyaan ini menunjukkan kurangnya antusiasme dan minat dalam peran kamu karena tidak membaca deskripsi pekerjaan dengan benar.

Jika kamu memang memerlukan informasi tambahan tentang peran tersebut, mintalah detailnya pada perusahaan sebelum wawancara.

Apa yang dilakukan oleh perusahaan?
Aturan nomor satu untuk memasuki wawancara kerja apa pun adalah memiliki latar belakang pengetahuan yang baik tentang perusahaan.

Mengajukan pertanyaan ini tidak hanya akan menunjukkan bahwa kamu tidak cukup melakukan penelitian apa pun tentang perusahaan.

Ini juga dapat membuat pewawancara mempertanyakan kemampuan kamu untuk melakukan pekerjaan.

Apakah perusahaan memiliki posisi lain selain yang saya lamar?
Pertanyaan ini menunjukkan kesombongan dalam kemampuanmu untuk melakukan pekerjaan apa pun. Ini juga menunjukkan kurangnya minat pada peran yang ada.

Apakah saya akan memiliki jam kerja yang panjang?
Meskipun penting untuk mengetahui jam kerja kamu, pertanyaan ini bisa membuatmu terlihat sebagai orang pemalas.

Lebih baik ajukan pertanyaan ‘Berapa jam kerja untuk peran saya ini?’ atau ‘Apakah ada keseimbangan kehidupan kerja yang positif?’

Baca juga: 3 Alasan Kamu Ditolak Kerja Walau Sudah Wawancara

Berapa banyak waktu liburan yang perusahaan bisa tawarkan?
Manfaat apa pun yang kamu terima dengan pekerjaan itu akan ada pembahasannya setelah kamu menerima tawaran pekerjaan.

Ini tidak akan dibahas dalam wawancara. Terburu-buru mengajukan pertanyaan seputar benefit liburan dapat melemahkan minat kamu terhadap peran yang kamu lamar.

Perusahaan juga jadi menganggap kamu terlalu percaya diri berlebihan karena merasa telah berhasil mendapatkan posisi tersebut.

Berapa gaji saya nanti?
Gaji biasanya ditampilkan di iklan lowongan pekerjaan untuk memberi gambaran kasar tentang apa yang bisa kamu harapkan.

Setiap pertanyaan seputar gaji harus didiskusikan pada saat kamu sudah diterima bekerja dan mendapat tawaran pekerjaannya, bukan selama wawancara awal.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan