Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juli 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

CEO Moderna Jual Lebih Dari Rp5.7 Triliun Saham Perusahaan

Topcareer.id – CEO Moderna Stephane Bancel telah menjual $408 juta saham perusahaan atau sekitar Rp5,7 triliun sejak awal pandemi virus corona, di mana harga saham perusahaan melonjak lebih dari 600% saat mengembangkan dan meluncurkan vaksinnya.

Perusahaan biotek yang berbasis di Cambridge, Massachusetts AS ini mengembangkan vaksin paling populer kedua dalam memerangi COVID-19 di Amerika Serikat.

Suntikan vaksin yang dikembangkan bersama oleh Pfizer dan BioNTech adalah vaksin yang paling banyak digunakan di AS.

Sejak Januari 2020, Bancel menguangkan opsi saham melalui rencana 10b5-1 yang memungkinkan eksekutif untuk menjual sejumlah saham yang telah ditentukan secara berkala.

Hal ini ia lakukan untuk menghindari kemungkinan adanya perdagangan orang dalam, menurut CNBC.

Tetapi kritikus mengatakan bahwa 10b5-1 tidak memungkinkan transparansi.

Karena eksekutif perusahaan tidak wajib untuk mengungkapkan transaksi ini kepada Komisi Sekuritas dan Bursa.

The Post telah menghubungi Moderna untuk meminta komentar.

Secara total, Bancel sudah menjual lebih dari 2,8 juta saham perusahaan sejak Januari 2020.

Tahun lalu, Moderna menghasilkan keuntungan pertama dalam 12 tahun keberadaannya.

Ini menghasilkan $17,7 miliar dalam penjualan vaksin COVID-19, pengembangannya berlangsung cepat bersama dengan National Institutes of Health.

Moderna juga mendapat manfaat dari bantuan pembayar pajak melalui Operation Warp Speed.

Itu merupakan rencana pemerintahan Donald Trump untuk segera meneliti dan mengembangkan vaksin virus corona.

Vaksin Moderna adalah satu-satunya produk yang dibuat perusahaan yang telah terbukti sukses secara komersial.

Kesuksesannya telah mengubah Bancel menjadi miliarder. Kekayaan bersihnya sekarang diperkirakan mencapai $5,3 miliar.

Tahun lalu, Senator Demokrat Elizabeth Warren dari Massachusetts, Chris Van Hollen dari Maryland, dan Sherrod Brown dari Ohio meminta SEC untuk mereformasi aturan 10b5-1.

Awal 2022, Bancel mengatakan dia mengantisipasi orang akan membutuhkan suntikan booster COVID-19 kedua pada musim gugur tahun ini.

Menurut Bancel kemanjuran vaksin akan terus berkurang kemampuannya dalam menghadapi virus corona selama beberapa bulan ke depan.

Baca juga: CEO Moderna Sebut Data Vaksin Khusus Omicron Mungkin Tersedia Maret 2022

Terlebih lagi saat ini virus varian baru Omicron terus bermutasi dan menyebabkan angka penularan semakin tinggi.

Moderna mengumumkan selama hasil pendapatan kuartal ketiganya bahwa penjualan pasar pendorong komersial dapat mencapai $ 2 miliar di Amerika Serikat pada tahun 2022.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan