Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Februari 1, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Seniman Rusia dan Ukraina di Bali Berkolaborasi Kirim Pesan Persatuan

kolaborasi

Topcareer.id – Seorang seniman Rusia dan pemilik kompleks vila Ukraina di pulau resor Bali Indonesia telah berkumpul untuk mempromosikan perdamaian dan persatuan melalui sebuah karya seni raksasa.

Potongan kaligrafi yang membentang seluas 960 meter persegi atau 10.333 kaki persegi di atap sembilan bangunan merinci “United World” dalam enam bahasa: Rusia, Ukraina, Inggris, Cina, Prancis, dan Indonesia.

“Karya ini bukan pernyataan politik, ini pernyataan budaya, ini pernyataan sosial, tentang orang-orang dan cara untuk kita bisa bersatu bersama dalam menciptakan masa depan yang harmonis,” seniman kaligrafi Rusia Pokras Lampas mengatakan kepada Reuters.

Lampas, yang telah berada di Bali sejak Desember tahun lalu mengatakan gagasan itu dikembangkan dengan sekelompok teman Ukraina sebelum perang dimulai.

Kini, kolaborasi pekerjaan mereka sebagai seniman dari Rusia dan Ukraina itu menjadi lebih bermakna.

Lampas yang berusia 30 tahun, menggambarkan gayanya sebagai “Calligrafuturism.”

Ia mengatakan calligrafuturism mencakup kaligrafi modern dan elemen seni jalanan.

Lampas telah menghabiskan waktu selama tiga minggu untuk menciptakan dan menyelesaikan karyanya tersebut.

Alex Shtefan, orang Ukraina yang mengelola komplek vila di Bali mengatakan karya seni itu sesuai dengan nilai-nilainya.

Dan hasil karya seni itu jelas memiliki makna dan mengirimkan pesan penting kepada siapapun yang melihatnya.

“Kami dapat menunjukkan di vila kami kepada dunia gagasan kami bahwa dunia perlu bersatu,” kata Shtefan, yang telah tinggal di Indonesia selama enam tahun.

Kedua pria asal Rusia dan Ukraina itu mengatakan mereka sangat terkejut dengan invasi dari Rusia yang terjadi di Ukraina.

Baca juga: Digempur Rusia, WHO Khawatir Patogen Penyakit Berbahaya milik Ukraina Pecah dan Menyebar

“Jika kita dapat menemukan cara untuk menghentikannya dan menemukan cara damai untuk bernegosiasi, kita harus melakukannya sekarang,” kata Lampas.

“Rusia dan Ukraina selalu seperti saudara, kami selalu dekat, kami selalu saling membantu dan bahkan kami terlihat mirip,” kata Shtefan (35). Ia menambahkan bahwa dia khawatir akan keselamatan orang yang dicintainya di sana.

Seperti diketahui, Rusia mulai menginvasi Ukraina pada Februari 2022 dalam serangan militer yang digambarkannya sebagai “operasi militer khusus.”

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan