Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Juni 27, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Israel Tengah Menguji Alat Pendata Aktivitas Otak, Begini Cara Kerjanya!

Sumber foto: hamodia.comSumber foto: hamodia.com

Topcareer.id – Brain.Space Israel, perusahaan rintisan (startup) berusia empat tahun yang mempelajari data aktivitas otak, akan menguji coba pada astronot di luar angkasa selama penerbangan ulang-alik SpaceX ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Tiga astronot dalam misi perusahaan penerbangan ruang angkasa swasta Axiom Space yang direncanakan ke ISS akan menggunakan helm berkemampuan elektroensefalogram (EEG) khusus yang dibuat oleh Brain.Space, kata perusahaan itu, Senin (29/3).

Misi 10 hari, perjalanan pribadi pertama ke stasiun luar angkasa, akan mulai pada 3 April 2022 dengan empat astronot.

“Kami sebenarnya tahu bahwa lingkungan gaya berat mikro berdampak pada indikator fisiologis dalam tubuh. Jadi, itu mungkin akan berdampak pada otak dan kami ingin memantaunya,” kata Kepala Eksekutif Brain.Space Yair Levy kepada Reuters.

Data tentang detak jantung, ketahanan kulit, massa otot, dan lainnya di luar angkasa terus dikumpulkan, tetapi belum tentang aktivitas otak.

Brain.Space bergabung dengan 30 eksperimen yang akan mengambil bagian dalam apa yang disebut Misi Rakia ke ISS.

Tiga dari empat astronot, termasuk Israel Eytan Stibbe akan memakai helm yang memiliki 460 airbrush yang terhubung ke kulit kepala, dan melakukan sejumlah tugas selama 20 menit sehari, di mana data akan diunggah ke laptop di stasiun luar angkasa.

Tugas tersebut termasuk “visual eksentrik” yang menurut perusahaan efektif dalam mendeteksi dinamika otak yang abnormal.

Studi serupa menggunakan tugas ini telah diselesaikan di Bumi dan setelah misi, Brain.Space akan membandingkan data EEG untuk melihat perbedaan aktivitas otak antara Bumi dan luar angkasa.

Disebutkan bahwa eksperimen semacam itu diperlukan karena eksplorasi ruang angkasa jangka panjang.

Brain.Space, yang juga mengatakan telah mengumpulkan $8,5 juta dalam putaran pendanaan awal, menyebut dirinya sebagai perusahaan infrastruktur otak dan bekerja dengan departemen kognitif serta ilmu otak di Universitas Ben Gurion Israel untuk mengubah terabyte data menjadi wawasan yang dapat digunakan.

Baca juga: Ini Pengaruh Video Game pada Fungsi Otak

Levy mengatakan dia berharap misi luar angkasa itu akan menjadi batu loncatan bagi institusi lain, peneliti, dan pengembang perangkat lunak untuk menggunakan platform data otaknya.

“Ruang angkasa adalah akselerator. Idenya adalah untuk merevolusi dan memungkinkan aplikasi, produk, dan layanan aktivitas otak semudah menarik data dari Apple Watch,” kata Levy, menunjuk pada pengukuran ADHD sebagai contoh.**(Feb)

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan