Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Februari 1, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

MIGRANT TALK: Omicron Menggila di Hong Kong, Bagaimana Nasib Pekerja Migran Kita?

Topcareer.id – Dari berita-berita di media, kita mengetahui kalau Hong Kong saat ini berada dalam wabah Covid-19 terburuk.

Terdapat puluhan ribu kasus setiap harinya. Ini tentu berdampak buruk pada banyak hal, termasuk nasib para Pekerja Migran Indonesia yang sedang mencari nafkah di sana.

Krisis, mungkin bisa dikatakan begitu. Ini mulai muncul sejak lebih banyak PRT Migran (Pekerja Migran Indonesia) dinyatakan positif Covid. Beberapa PRT Migran telah dipecat oleh majikan setelah dinyatakan positif, dan ada juga yang dipaksa untuk tidur di luar rumah.

Yang tak kalah membuat sedih, banyak yang mendapati diri mereka ditolak perawatan di rumah sakit karena mereka kehilangan pekerjaan.

Baca juga: Derita Pekerja Migran di Hong Kong akibat Covid-19: Kehilangan Tempat Tinggal hingga Tak Bisa Makan

Lalu, bagaimana kondisi riil yang terjadi? Mari ikuti sharingnya dalam Migrant Talk yang diselenggarakan, pada Kamis, 31 Maret 2022 Pukul 20.30 WIB atau 21.30 HKT, dengan pembicara:

  • Rm. Heribertus Mangkur, CS (sedang studi Magister Sosiologi di University of the Philippines)
  • Anastasia Purnomo (Peduli Kasih Hong Kong)
  • Kesaksian Pekerja Migran Indonesia [PMI] di HK yang sedang belajar di PKBM Peking

Untuk moderatornya, akan diisi oleh Fajar Santoadi, Project Manager Tenaganita Malaysia.

Untuk ikut acara ini, silahkan join di zoom meeting di link ini. Kamu juga bisa menyaksikan tayangan langsung-nya di Kanal Youtube Paguyuban Sesawi.

Perlu diketahui, acara ini terselengara berkat kerjasama Yayasan Sesawi, Peduli Kasih Hong Kong, Tenaganita Malaysia, IDN Hong Kong-Macau, Voice of Migrants Hong Kong, Migrant Workers’ Concern Desk Archdiocese of Taipei, dan Komunitas PMI Hong Kong yang sedang belajar di PKBM Peking.

Sampai ketemu di hari Kamis ya teman-teman, jangan sampai ketinggalan!

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan