Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juli 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

8 Tanda Kamu harus Konsultasi dengan Psikolog (Bagian 2)

Ilustrasi putus cinta.

Topcareer.id – Sulit untuk mengetahui apakah kamu perlu untuk konsultasi dengan psikolog, sementara pikiran dan perilaku yang kamu alami masih terasa normal.

Tidak selalu jelas apakah kamu sudah harus berbicara dengan psikolog atau belum.

Tetapi ada beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa konsultasi dengan seorang psikolog profesional mungkin merupakan pilihan yang baik.

Berikut ini delapan tanda bahwa kamu mungkin butuh untuk konsultasi dengan psikolog:

Lanjutan dari bagian pertama artikel

5) Kamu mengalami perubahan berat badan yang tidak ada penjelasannya
Stres dan tekanan emosional menyebabkan beberapa orang makan berlebihan. Yang lain bahkan kehilangan selera makan sama sekali.

Bahkan jika kamu menyambut lingkar pinggang yang sedikit lebih ramping, jangan abaikan perubahan nafsu makan atau berat badanmu.

Ini bisa menjadi pertanda masalah kesehatan mental, seperti depresi. Konsultasi ke psikolog bisa membantumu merasa lebih baik.

6) Kamu menggunakan keterampilan mekanisme koping yang tidak sehat
Pikiran negatif, emosi yang tidak nyaman, dan perilaku yang merugikan diri sendiri dapat menyebabkanmu terlibat dalam keterampilan koping yang tidak sehat.

Tandanya antara lain kamu jadi sering makan berlebihan atau minum minuman beralkohol dengan tidak terkendali.

Ingatlah bahwa hampir semua keterampilan koping bisa saja menjadi tidak sehat jika salah penanganan.

Tidur untuk menghindari masalah atau membaca selama berjam-jam untuk menghindar dari emosi juga bisa menimbulkan masalah baru atau memperburuk masalah yang ada.

Jika kamu mengalami hal ini, sebaiknya kamu putuskan untuk pergi ke psikolog dan jalani sesi konsultasi demi memperbaiki kesehatan mental.

7) Hubungan kamu terpengaruh oleh keadaan emosionalmu
Hubungan pribadi atau profesional kamu mungkin terganggu ketika kamu tidak merasa menjadi yang terbaik.

Kamu mungkin menjadi pemarah dengan pasanganmu, mengasingkan diri dari teman-teman kamu, atau mengulangi masalah yang sama berulang-ulang kepada keluarga kamu.

Sulit untuk mempertahankan hubungan yang sehat ketika kamu tidak merasa baik dari dalam diri.

Jika kamu merasa terputus dari orang lain atau orang lain menunjukkan bahwa kamu tidak tampak seperti dirimu sendiri, mungkin sudah saatnya untuk konsultasi dengan psikolog.

Baca juga: Psikolog dan Psikiater Akui “Kewalahan” Terima Pasien Selama Pandemi

8) Kamu mudah kesal, marah, atau jengkel sepanjang waktu
Tidak apa-apa untuk merasa sedikit kecewa sesekali, sebab hidup memang tidak selalu berjalan sesuai dengan ekspektasi.

Tapi, jika marah, kesal dan sedih sudah menjadi sifat kedua atau bahkan sifat utama kamu, maka itu adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Biasanya ada sesuatu di bagian bawah masalah yang menyebabkan kamu jadi merasa mudah marah sepanjang waktu.

Mengunjungi psikolog untuk konsultasi akan membantu kamu memahami dan mengatasi masalah dengan cara yang lebih baik.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan