Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, May 30, 2024
redaksi@topcareer.id
Tren

Mulai Tahun Ini Vaksin Kanker Serviks Wajib Dan Gratis

Topcareer.id – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berencana mewajibkan vaksin Human Papilloma Virus (HPV), tujuannya untuk mencegah kanker serviks pada wanita Indonesia.

Menkes sendiri memastikan bahwa nantinya vaksin tersebut akan masuk dalam program nasional gratis, termasuk vaksin HPV.

Budi Gunadi pun menegaskan bahwa vaksin tersebut gratis dan masyarakat tidak perlu membayar apapun.

Selain itu Budi Gunadi juga menyampaikan bahwa program vaksinasi kanker serviks akan mulai berlaku tahun 2022 ini.

Sebelumnya, program wajib vaksin HPV baru berlaku di beberapa wilayah saja di Indonesia sejak 2021.

Rencana Menteri Kesehatan, mulai tahun ini seluruh provinsi di Indonesia akan wajib untuk mengikuti program vaksin ini.

Vaksin HPV menjadi vaksin kanker wajib usai Kementerian Kesehatan RI melaporkan banyak wanita Indonesia meninggal akibat kanker serviks dan kanker payudara.

Menurut Budi ini menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak wanita di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut dari laporan kematian tersebut, maka vaksin HPV akan diberikan bagi kelompok anak maupun dewasa muda.

Menkes menerangkan bahwa upaya mewajibkan vaksin HPV ini demi menekan risiko kematian wanita akibat kanker serviks.

Tak hanya itu, vaksin HPV juga bertujuan untuk menekan jumlah pasien yang memerlukan perawatan rumah sakit.

Tak berbeda jauh dengan vaksin COVID-19, anggaran yang diperlukan untuk melakukan langkah pencegahan jauh lebih murah daripada perawatan.

Tidak puas sampai di situ, selain vaksin HPV yang akan menjadi wajib tahun ini, Budi Gunadi menyebut akan ada lebih banyak lagi program vaksinasi.

Masih ada rencana jenis vaksin yang akan masuk program pemerintah termasuk vaksin untuk mencegah pneumonia dan diare pada anak.

Baca juga: Keren! Wanita Ini Ciptakan Chip Pendeteksi Kanker

Budi ingin melakukan tindakan preventif dan promotif, sama seperti penanganan terhadap COVID-19.

Menurut Budi jika kita sakit sampai harus dirawat di Rumah Sakit tentu akan memakan biaya mahal, jadi vaksinasi ini bersiat mencegah.

Sehingga perhitungannya akan jauh lebih murah melalui vaksinasi karena sifatnya mencegah bukan mengobati orang sakit.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply