Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Sosok

Mengenal Sosok Moorissa Tjokro, Kartini Muda Indonesia

Topcareer.id – Dalam menyambut hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang berada di San Francisco, Amerika Serikat mengadakan Webinar bertajuk “Perempuan Hebat, Indonesia Semakin Bermartabat” pada Senin (18/4/2022).

Banyak wanita hebat yang menjadi narasumber dalam acara tersebut, salah satunya Kartini muda Indonesia, Moorissa Tjokro.

Dalam kesempatan tersebut Moorissa menekankan pentingnya penguasaan ilmu dan pengetahuan serta peningkatan literasi digital, terutama bagi kaum perempuan.

Menurut Moorissa, literasi digital bisa mendorong peningkatan kesadaran akan pengembangan dan pemanfaatan teknologi untuk keamanan dan keselamatan manusia.

Lalu, siapa sih Moorissa Tjokro sebenarnya? Baca terus artikel ini untuk mengenal lebih dalam Kartini hebat asal Indonesia ini.

Karier
Moorissa Tjokro adalah seorang wanita lulusan S1 Georgia Institute of Technology Atlanta dan S2 Columbia University, ia salah satu insinyur perempuan Indonesia yang kariernya go internasional.

Wanita berusia 28 tahun itu kini bekerja sebagai Robotics Senior Software Systems Engineer untuk Cruise, perusahaan mobil tanpa pengemudi di California.

Berdasarkan profil LinkedIn-nya, Moorissa baru pindah ke perusahaan tersebut selama 6 bulan, sejak Oktober 2021 lalu.

Sebelum pindah, ia sempat bekerja di perusahaan Tesla di California.

Hebatnya, Moorissa adalah satu dari hanya 6 orang Autopilot Software Engineer di Tesla.

Dirinya dipercaya perusahaan milik Elon Musk itu untuk menggarap fitur full-self-driving versi beta.

Fitur full-self-driving yang ia kembangkan bersama tim nya adalah salah satu proyek terbesar Tesla.

Proyek tersebut merupakan tingkat tertinggi dari sistem autopilot, di mana pengemudi tak perlu menginjak rem dan gas.

Moorissa yang sudah tinggal di Amerika sejak 2011 ini mengaku prosesnya sulit dan menghabiskan jam kerja yang panjang.

Ia harus mengevaluasi software autopilot dan melakukan pengujian serta meningkatkan kinerja mobil otonom Tesla.

Untuk menyelesaikan proyek tesebut, ia bisa menghabiskan waktu bekerja sekitar 70 jam dalam seminggu.

Pernah Bekerja Untuk NASA
Sebelum dipercaya untuk masuk proyek besar Tesla pada 2020, Moorissa bekerja sebagai data scientist di Tesla sejak 2018.

Sebelum bergabung dengan Tesla, Moorissa Tjokro berdedikasi selama 6 tahun di NASA Goddard Space Flight Center.

Moorissa bekerja sebagai machine learning researcher pada penelitian tentang perubahan iklim di Samudra Atlantik Utara dan Selatan.

Terinspirasi Dari Orangtua
Pencapaian luar biasa perempuan muda yang juga pernah bekerja di PBB ini tidak lepas dari dukungan keluarga terutama sang ayah yang menginspirasinya.

Ayahnya seorang insinyur elektrik dan entrepreneur, sejak kecil ia suka memperhatikan ayahnya.

Moorissa pun semakin tertarik dengan teknik-teknik insinyur dan menurutnya itu benar-benar penuh tantangan namun menyenangkan.

Baca juga: Farrah Nurul Fatimah, Salah Satu Sosok Kartini di Ranah Digital

Pendidikan dan Prestasi
Latar belakang pendidikan perempuan lulusan SMA Pelita Harapan ini pun enggak main-main.

Tahun 2011, saat Moorissa berusia 16 tahun ia mendapat beasiswa Wilson and Shannon Technology untuk kuliah di Seattle Central College.

Sayangnya, saat itu dirinya tidak bisa langsung kuliah di sana dengan persyaratan usia minimal 18 tahun.

Akhirnya tahun 2012 Moorissa memutuskan mengambil gelar sarjananya di Jurusan Teknik Industri dan Statistik, di Georgia Institute of Technology, Atlanta.

Tak hanya aktif di kampus, ia juga berprestasi dengan meraih President’s Undergraduate Research Award dan nominasi Helen Grenga untuk insinyur perempuan terbaik di Georgia Tech.

Wanita haus prestasi ini pun pernah menjadi salah satu lulusan termuda di kampus pada usia 19 tahun dengan predikat Summa Cum Laude.

Moorissa melanjutkan pendidikan S2 di Jurusan Data Science di Columbia University, New York.

Lagi-lagi ia kembali menoreh prestasi, antara lain juara 1 di ajang Columbia Annual Data Science Hackathon dan juara 1 di ajang Columbia Impact Hackathon.

Nah, itulah perjalanan karier sosok Kartini Indonesia Moorissa Tjokro dengan karier go internasional yang luar biasa.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan