Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Pesta Ramadan Maidaturrahman Kembali Ramai Setelah Aturan COVID Dicabut

Topcareer.id – Tradisi pesta ramadan makan makanan bersama di mana ratusan orang berkumpul di sekitar meja panjang untuk berbuka puasa selama bulan suci Ramadhan telah kembali ke jalan-jalan di kota-kota di Mesir, setelah penangguhan secara luas aturan COVID-19 selama dua tahun terakhir.

Di lingkungan kelas pekerja Kairo Matariya, penduduk duduk saling membelakangi di sepanjang dua meja di jalan sempit.

Meja penuh hiasan dengan balon, dan spanduk saat mereka menikmati hidangan daging panggang, nasi, dan acar.

Makan malam jalanan di Mesir ini diselenggarakan oleh badan amal untuk orang miskin.

Sementara itu yang lain, seperti yang ada di Matariya, dijalankan oleh komunitas lokal yang mengumpulkan sumbangan makanan.

“Semangat Ramadan kembali,” kata Haitham Adel, penyelenggara makan bersama jalanan Matariya.

Menurutnya, orang-orang kini telah kembali makan bersama di sepanjang jalanan kota tanpa khawatir atau takut akan COVID-19.

Selama Ramadhan banyak hidangan buka puasa gratis di Mesir yang dibagikan kepada siapa pun yang menginginkan.

Jamuan makanan berbuka yang dikenal dengan istilah maidaturrahman itu dilakukan di tenda-tenda dadakan di sepanjang jalan utama ibu kota Kairo.

Tenda kain dengan corak khas Arab itu memuat belasan hingga tiga puluhan kursi.

Di tempat itulah maidaturrahman atau hidangan buka puasa gratis akan dibagikan kepada siapa saja yang menginginkan,

Syarat untuk mendapatkan maidaturrahman, cukup dengan menduduki salah satu kursi yang disediakan.

Hal ini karena jumlah makanan yang tersedia memang sudah disesuaikan dengan jumlah kursi yang ada.

Artinya bagi yang sudah menduduki kursi makan pasti akan mendapatkan jatah maidaturrahman.

Sementara yang tidak kebagian kursi tidak akan mendapat jatah makanan kecuali porsi makanannya dilebihkan.

Ahmed al-Bardisi, penyelenggara makan amal harian di Giza, di seberang Sungai Nil dari pusat Kairo, mengatakan banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan selama pandemi virus corona jadi membatasi sumbangan makanan di pesta ramadan kali ini.

Baca juga: Efek Positif Puasa Ramadan Pada Kesehatan Mental

Meskipun banyak orang Mesir berjuang dengan percepatan inflasi, namun negara tersebut dikatakan telah pulih tahun ini.

Mesir telah dilanda gelombang infeksi COVID-19 berturut-turut dan memberlakukan jam malam yang bertepatan dengan Ramadhan pada tahun 2020.

Kini sebagian besar pembatasan ketat itu telah dicabut dan semua orang lebih bebas menjalankan pesta ramadan tahun ini.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan