Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Februari 1, 2023
redaksi@topcareer.id
Profesional

Tantangan Wanita hadapi Diskriminasi dalam Berkarier

Topcareer.id – Wanita selalu menghadapi tantangan unik dalam dunia kerja. Dalam beberapa hal bahkan tidak adil sebab ada banyak rintangan ekstra seperti diskriminasi gender yang harus para wanita hadapi untuk menjadi sukses.

Mereka para Wanita harus bersungguh-sungguh dalam melakukan beberapa pekerjaan di tengah banyaknya pesaing dari kaum pria.

Tidak ada jalan lain untuk menemukan kesuksesan dalam tujuan karier mereka selain menghadapi tantangan meskipun ada diskriminasi gender.

Bidang pertambangan, mesin, dan IT misalnya, biasanya industri ini didominasi oleh karyawan pria, tetapi tetap ada wanita terjun di dalamnya.

Selalu saja ada anggapan bahwa menjadi wanita di tengah dominasi kaum pria akan selalu diistimewakan.

Ini tidak selamanya benar, wanita juga harus mampu menghadapi sejuta topan badai yang menerpa tanpa harus meminta untuk diistimewakan.

Seperti yang dialami oleh Liza Karinata, wanita yang berprofesi sebagai Corporate Director And Sales Marketing di Hotel Indonesia Group (HIG).

Untuk mencapai posisi kariernya yang sekarang, perjalanannya tak mudah, sudah beragam profesi dari industri berbeda ia coba sambangi dengan tantangannya masing-masing.

Ia pernah mejadi penyiar radio, berkecimpung di dunia perbankan, bahka terjun ke dunia ekspor impor.

Menjalani profesi sebagai event organizer dan wedding organizer pun pernah ia lakoni sampai akhirnya berhasil duduk di posisi karier yang sekarang.

Mungkin bidang yang digeluti Liza selama ini terlihat seimbang antara pekerja pria dan wanitanya, namun, bekerja bersama pria baik jumlah mereka mendominasi atau tidak, tetap memiliki tantangannya tersendiri.

Wanita yang juga menjadi salah satu edukator pada kursus online Skills.id ini menerangkan bahwa tantangannya tidaklah mudah.

“Tantangan terberat adalah untuk bisa berpikir dan bertindak dengan cara laki-laki,” kata Liza.

“Mulai dari menyamakan pola sudut pandang, menyamakan pendapat dan mengerti serta memahami bagaimana mereka (pria) bertindak, itu tidaklah mudah.” Sambungnya.

Liza menambahkan bahwa untuk mengalami proses itu memang tidak mudah, tapi dengan bersyukur dan niat serta usaha membuat semua hal bisa tercapai.

Wanita biasanya kurang terwakili dalam posisi kepemimpinan di banyak perusahaan.

Diskriminasi sering terjadi pada wanita sehingga lebih kecil kemungkinannya dibandingkan pria untuk maju dalam karier mereka.

Diskriminasi semacam ini tak membuat Liza gentar untuk tetap maju dan terus berusaha menjadi agen perubahan yang positif.

Liza pun membuktikannya dengan mampu mencapai pada posisi kariernya yang sekarang dan memberdayakan timnya dengan baik.

“Pemberdayaan baik laki-laki dan perempuan menurut saya harus dikonsepkan sesuai dengan karakter dari masing-masing orang, sehingga akan tercapai hasil yang optimal, sama seperti perumpamaan tidak mungkin mengajarkan ikan untuk berjalan di darat, sedangkan dia sangat hebat berenang.” Komentar Liza tentang pemberdayaan wanita.

Berbicara tentang diskriminasi, menurut Liza di jaman sekarang mungkin sudah mulai menipis, walaupun masih ada.

Ia pun tidak menampik bahwa diskriminasi pernah terjadi pada dirinya juga.

Baca juga: Kapten Suarniati, Nahkoda Wanita yang Lawan Diskriminasi untuk Pimpin Kapal

“Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah harus tetap berpikir positif agar bisa berbuat lebih baik dan meng-upgrade diri kita sebagai bentuk self-love,” ujar Liza.

“Upgrade diri akan berdampak untuk kebaikan kita sendiri, berubahlah menjadi lebih baik sampai dunia mengakui keberadaanmu, itulah masa dimana self achievement kamu diraih.” Tuturnya.

Hidup kamu akan berubah drastis terutama pada wanita ketika mulai mengejar tujuan karier, akan banyak tantangan dan mungkin diskriminasi yang harus kamu hadapi.

Untungnya, di balik itu semua kamu akan bisa melihat banyak hal positif juga yang terjadi dalam hidup kamu.

Jadi, jangan pernah menyerah untuk menghadapi beragam tantangan diskriminasi, terus kejar tujuan kariermu hingga kamu bisa lebih dihargai sebagai wanita.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan