Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Wow! Ada Hujan Meteor Eta Aquarid, Ada yang Sempat Lihat?

images (9)

Topcareer.id – Hujan meteor Eta Aquarid tahun 2022 memuncak pada malam hari antara tanggal 4 Mei dan 5 Mei 2022.

Eta Aquarids paling baik dilihat dari daerah tropis selatan, tetapi di belahan bumi utara juga masih bisa melihat hingga 30 meteor per jam di lokasi langit yang gelap.

Meteor Eta Aquarid bergerak cepat dan sering menghasilkan jejak yang panjang.

Bulan hanya akan 15% penuh pada puncak hujan tahun 2022, ini akan membuat pengamatan lebih mudah.

Gunakan timeanddate.com untuk menemukan waktu ideal dan melihat petunjuk arah untuk lokasi kamu.

Hujan meteor tahunan Eta Aquarid disebabkan oleh puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet Halley yang mengunjungi tata surya bagian dalam setiap 75 atau 76 tahun sekali.

Fnomena ini dapat menghasilkan pertunjukan sebanyak 50 bintang jatuh per jam selama puncaknya pada Kamis malam (5/5/2022) jika cuaca memungkinkan.

Hujan meteor memiliki kecerahan sedang, artinya langit yang lebih gelap akan menghasilkan lebih banyak meteor yang terlihat.

Pemandangan terbaik terjadi dini hari atau sebelum fajar, menurut Bill Cooke, yang memimpin Kantor Lingkungan Meteoroid NASA.

Bulan akan berada dalam fase bulan sabit (kira-kira 15% penuh) saat puncak hujan.

Sementara pertunjukan paling terlihat dari belahan bumi selatan atau dekat khatulistiwa, itu juga terlihat oleh beberapa orang di utara.

Carilah konstelasi (rasi bintang) Aquarius yang berada di langit selatan untuk melihat Eta Aquarid.

Baca juga: Wow! Ada Fenomena Hujan Meteor di Bulan Ramadan 2022

Cara terbaik untuk melihat Eta Aquarid, menurut Cooke, adalah dengan berbaring telentang sambil melihat lurus ke atas.

Posisi itu akan memberikan pemandangan langit terbesar tanpa menyebabkan ketegangan pada bagian leher.

“Bintang jatuh” yang akan kamu lihat akan berupa bintik-bintik debu atau kerikil kecil yang terbakar tinggi di atmosfer.

Hujan meteor dikenal karena gerakannya yang cepat, menurut American Meteor Society, meteor melesat melintasi atmosfer dengan kecepatan 66 kilometer per detik.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan