Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Agustus 11, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Cadas! Gelombang Panas Di India dan Pakistan Uji Batas Kemampuan Bertahan Hidup Manusia

Topcareer.id – India telah menderita di bawah gelombang panas yang memecahkan rekor selama beberapa bulan terakhir.

Bulan lalu adalah April terpanas ketiga di negara itu selama 122 tahun terakhir, dari tahun 1901 hingga 2022.

Suhu maksimum rata-rata adalah 35,30 derajat Celcius pada 2010 dan 35,32 derajat Celcius pada 2016, kata pemerintah India.

Akhir April lalu, New Delhi merasakan tujuh hari berturut-turut suhu di atas 40 derajat Celcius.

Angka ini berada tiga derajat di atas suhu rata-rata untuk bulan April, menurut ahli meteorologi CNN.

Gelombang panas juga dirasakan oleh tetangga India, yakni Pakistan. Kota-kota Jacobabad dan Sibi di provinsi Sindh tenggara negara itu mencatat suhu tertingginya 47 derajat Celcius pada hari Jumat (29/4).

Menurut Departemen Meteorologi Pakistan (PMD) ini adalah suhu tertinggi yang tercatat di kota mana pun di Belahan Bumi Utara.

Apa yang sangat penting adalah permulaan awal gelombang panas, menurut Arpita Mondal, seorang profesor studi iklim di Institut Teknologi India.

Waktu yang diharapkan dari panas seperti ini adalah Mei dan Juni, Mondal mengatakan kepada CNBC. Ini juga mempengaruhi wilayah geografis yang sangat luas, kata Mondal.

Panjang dan ukuran geografis gelombang panas inilah yang penting bagi Zachary Zobel, asisten ilmuwan di Pusat Penelitian Iklim Woodwell.

“Bagian yang paling mengejutkan bagi saya adalah jangkauan geografis dan durasinya,” kata Zobel.

“Ya, panas yang terjadi pada bulan April ini juga mengkhawatirkan karena Mei dan Juni biasanya merupakan bulan-bulan terpanas di India, tetapi ukuran dan panjang gelombangnya inilah yang paling mengejutkan.” Ujarnya.

Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia kemungkinan akan menjadi lebih panas, lebih lama, dan lebih umum, menurut National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine.

“Komunitas ilmiah memiliki banyak bukti bahwa perubahan iklim menyebabkan distribusi suhu bergeser dengan mengubah keadaan ‘normal’, dan pergeseran distribusi akan berarti semakin banyak kemungkinan ekstrem,” jelas Mondal.

Wilayah di dunia yang terkena fenomena ini kemungkinan akan rentan terhadap lebih banyak gelombang panas di masa depan.

Tidak diragukan lagi bahwa gelombang panas diperburuk oleh bahan bakar fosil dan perubahan iklim di mana-mana di dunia.

India dan Pakistan adalah dua tempat terpanas di dunia dan kemungkinan akan terus mengalami gelombang panas sebesar ini dan lebih buruk lagi selama beberapa dekade mendatang.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami penyebab dan implikasi masa depan gelombang panas ini.

Gelombang panas seringkali merupakan respons terhadap beberapa faktor spesifik, termasuk, misalnya, peristiwa laut di Pasifik dan Atlantik dan pola cuaca lokal yang dihasilkan dari tanah kering karena curah hujan yang terbatas.

Baca juga: Dunia Hadapi Ancaman Gelombang Panas yang Terus Meningkat

Untuk mengatasi panas, badan meteorologi India menyarankan orang untuk menghindari paparan panas langsung dan tetap terhidrasi.

Harus minum air yang cukup agar tetap terhidrasi, bahkan jika tidak haus sekalipun.

Pakailah pakaian katun yang ringan, berwarna terang, longgar, dan tutupi kepala dengan menggunakan kain, topi atau payung.

Sebagian besar India diperkirakan akan terus menderita di bawah suhu tinggi di bulan Mei 2022, kata departemen meteorologi pemerintah.

Suhu minimum di atas normal kemungkinan terjadi di sebagian besar wilayah barat laut, tengah, timur, dan timur laut India.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan