Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Februari 4, 2023
redaksi@topcareer.id
Profesional

Deretan Perusahaan Startup yang Gagal di Indonesia

IMG-20220606-WA0011

Topcareer.id – Banyak start-up sudah gagal dengan ide bisnis mereka dalam beberapa tahun pertama.

Setelah berhasil melewati perjuangan bisnis lebih dari lima tahun, biasanya hanya tersisa sedikit perusahaan startup yang masih bertahan.

Ada banyak alasan mengapa startup gagal. Biasanya bukan hanya satu faktor yang menghalangi kesuksesan, tetapi kombinasi dari beberapa alasan.

Alasan paling kuat mengapa startup mengalami kegagalan adalah tidak adanya kebutuhan pasar akan produk yang dijual.

Hal itu bisa berdampak tidak adanya pemasukan hingga perusahaan startup kehabisan uang untuk terus beroperasi.

Komposisi tim tidak tepat akibat buruknya manajemen dan tidak bisa pivot juga menjadi penyebab gagalnya startup.

Selain itu, pemasaran yang buruk pun bisa membuat perusahaan startup kalah bersaing dalam mendapatkan pelanggan.

Berikut ini beberapa startup yang harus gulung tikar di Indonesia, dirangkum dari berbagai sumber, Senin (6/6/22).

Airy Rooms
Sebelum pandemi COVID-19 menghantam, bisnis hotel aggregator tengah booming.

Mereka bermitra dengan pemilik properti, dari hotel hingga motel kecil, untuk menawarkan tempat menginap lewat platform online.

Saat pandemi menyerang, banyak startup terpaksa berhenti operasi termasuk Airy Rooms yang telah menyetop operasionalnya per 31 Mei 2020.

Penghentian operasional dilakukan dengan mempertimbangkan banyak hal termasuk kondisi pasar yang jatuh akibat pandemi COVID-19.

Pahamify
Startup education technology (edtech) Pahamify melakukan PHK karyawan demi optimalisasi bisnis.

CEO atau Co-Founder Pahamify Syarif Rousyan Fikri mengatakan, PHK dilakukan demi keberlangsungan bisnis usaha.

Ia mengklaim, jumlah karyawan yang di PHK tidak sebanyak dengan kabar viral yang beredar di masyarakat.

LinkAja
Startup plat merah LinkAja yang diharapkan mampu bersaing dengan aplikasi sejenis lainnya pun akhirnya melakukan PHK massal terhadap ratusan karyawan.

Manajemen menyatakan terpaksa melakukan PHK agar perusahaan bisa kembali tumbuh sehat, optimal, dan positif.

Zenius
Perusahaan startup Zenius baru saja melakukan PHK terhadap 200 karyawannya.

Perubahan model bisnis dan dampak ekonomi menjadi alasan startup besutan Sabda PS ini terpaksa PHK ratusan karyawannya.

Fabelio
Perusahaan startup marketplace furniture di Indonesia ini dikabarkan bangkrut.

Sejak September 2021, perusahaan tersebut belum juga membayar karyawan berikut vendor-vendornya.

Bahkan sempat beredar kabar bahwa Fabelio memaksa puluhan karyawannya mengundurkan diri jika ingin memperoleh bayaran penuh.

Baca juga: 10 Alasan Paling Umum Kenapa Bisnis Startup Gagal

JD.ID
Startup e-commerce JD.ID pun mengalami kejatuhan dan terpaksa mengambil langkah untuk PHK karyawannya.

Langkah ini terpaksa mereka lakukan demi mempertahankan eksistensi perusahaan dengan kondisi pasar Indonesia.

Perusahaan juga melakukan pengambilan keputusan seperti tindakan restrukturisasi.

Salah satu yang paling baru, Mobile Premier League (MPL) pamit dari Indonesiausai memilih untuk PHK 100 orang karyawannya.

Mobile Premiere League (MPL)
“Mohon maaf, MPL Indonesia sudah tidak lagi menerima pengguna baru saat ini. Terima kasih atas dukungan dan perhatiannya,” tulis Mobile Premier League dikutip dari situs resminya.

Sebanyak 100 orang karyawan MPL Indonesia pun telah di PHK.

Platform gim dan turnamen asal India ini memutuskan untuk menutup operasionalnya di Indonesia.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan