Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Agustus 9, 2022
redaksi@topcareer.id
LifestyleTren

Jaga Etika, Ini Beberapa Destinasi Wisata Sakral di Indonesia (Bagian 2)

Candi Borobudur. (dok. Indonesia Travel)Candi Borobudur. (dok. Indonesia Travel)

Topcareer.id – Beberapa waktu lalu, viral seorang wisatawan manacenagara yang berpose tidak senonoh di salah satu pohon yang dianggap sakral oleh masyarakat Bali. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ikut mengecam hal itu dan meminta wisatawan lebih memahami etika di destinasi wisata manapun.

Di Indonesia sendiri ada beberapa destinasi wisata yang sangat disakralkan. Sehingga wisatawan diharapkan mengikuti aturan yang berlaku, agar tidak melanggar norma yang ada. Melansir laman resmi Kemenparekraf, berikut adat dan aturan yang berlaku di beberapa destinasi wisata populer dan dianggap sakral.

4. Gua Hawang

Berada di Maluku Tenggara, destinasi wisata satu ini termasuk tempat sakral. Konon di dalam Gua Hawang terdapat batu yang menyerupai manusia dan dua anjing. Menurut mitos, ketiga makhluk tersebut dikutuk menjadi batu karena mengeluarkan kata-kata kotor di Gua Hawang.

Karena itu, wisatawan diimbau tidak mengucapkan kata-kata kotor dan menjaga perilaku ketika berkunjung Gua Hawang. Bagi yang belum tahu, Gua Hawang merupakan objek wisata yang cukup unik. Gua ini terendam oleh air laut sehingga muncul kolam alami jernih di bagian tengahnya.

5. Candi-candi

Selain menjadi benda purbakala, beberapa candi di Indonesia juga masih difungsikan sebagai tempat peribadatan. Seperti di Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Prambanan, dan Candi Pawon.

Karena itu, sudah selayaknya wisatawan menjunjung etika wisata ketika datang ke candi. Seperti tidak melakukan vandalisme, menghormati tradisi masyarakat, berhati-hati dalam berucap dan bertindak, serta memerhatikan kesopanan penampilan.

6. Keraton Yogyakarta

Tempat ini sangat disakralkan oleh masyarakat Yogyakarta, karena menjadi kediaman dari Sri Sultan Hamengkubuwono, maka wisatawan diwajibkan untuk mengenakan pakaian yang sopan saat berkunjung ke Keraton.

Wisatawan juga tidak diperbolehkan memakai batik bermotif Parang Garuda. Pasalnya, corak tersebut merupakan motif kebesaran dan hanya boleh dikenakan oleh Sang Sultan yang memegang tahta.

Sebenarnya masih banyak destinasi wisata lain di Indonesia yang dikenal sakral sehingga siapapun itu yang memutuskan untuk berwisata disarankan untuk mencari informasi terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan