Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Agustus 9, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

FBI: Waspada! Scammers Gunakan Deepfake untuk Wawancara Kerja

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Proses perekrutan kandidat pekerja kadang bisa jadi tantangan untuk perusahaan. Dan kini itu semakin sulit dengan adanya deepfake yang membuat perusahaan bisa saja tertipu saat wawancara kandidat.

Mengutip CNET, FBI memperingatkan bahwa perusahaan telah mewawancarai orang-orang yang telah menggunakan teknologi face-altering (pengubah wajah) untuk mensimulasikan orang lain, dan juga menyampaikan informasi pribadi yang dicuri sebagai milik mereka.

Orang-orang yang menggunakan deepfake — teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuatnya tampak seperti seseorang sedang melakukan atau mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak mereka lakukan – yang menginterview untuk pekerjaan remote atau bekerja dari rumah di bidang teknologi informasi, pemrograman, database, dan peran terkait perangkat lunak lainnya, menurut pengumuman layanan publik FBI.

Perusahaan memperhatikan beberapa tanda tipuan digital ketika gerakan bibir dan tindakan wajah tidak sesuai dengan audio orang yang diwawancarai, terutama ketika mereka batuk atau bersin.

Baca juga: Segini Gaji Paspampres Dan Job Deskripsinya

Orang-orang yang diwawancarai dengan deepfaking juga mencoba menyampaikan informasi pengenal pribadi yang dicuri dari orang lain untuk lulus pemeriksaan latar belakang.

Ini adalah penggunaan deepfake terbaru, yang makin mainstream pada tahun 2019 dengan potensi yang mengkhawatirkan untuk memalsukan wajah dan suara orang lain secara meyakinkan dan menempatkan korban ke dalam situasi yang memalukan seperti pornografi, atau menyebabkan pergolakan politik.

Tetapi ancaman penggunaan deepfake untuk tujuan politik tetap ada, seperti ketika Facebook menghapus video palsu dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada bulan Maret.

Uni Eropa baru saja memperkuat aturan disinformasinya untuk menindak deepfake, tetapi penggunaannya dalam situasi yang biasa-biasa saja seperti wawancara kerja menunjukkan betapa mudahnya teknologi penipuan untuk digunakan.

Tinggalkan Balasan