Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Agustus 9, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

7 Tanda Bendera Merah Yang Harus Kamu Perhatikan Dalam Wawancara Kerja (Bagian 1)

wawancara kerja dengan pertanyaan klasik jangan diabaikan.

Topcareer.id – Pernahkah kamu meninggalkan wawancara kerja dengan keraguan yang mengganggu tentang perusahaan? Jika iya, kamu pasti melihat beberapa tanda bendera merah.

Contoh tanda bendera merah dalam wawancara kerja. Katakanlah kamu bersemangat tentang kesempatan kerja baru dan tiba di kantor pusat perusahaan untuk wawancara, tapi kemudian manajer perekrutan membuatmu menunggu di lobi hingga satu jam.

Perekrut tidak mempertahankan kontak mata atau menanyakan tentang tujuan profesional kamu selama wawancara kerja.

Dan ketika kamu meminta contoh bagaimana kamu bisa menggunakan keterampilan dan pengalamanmu untuk berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan, pewawancara memberikan jawaban yang sulit dipahami.

Jika mengalami hal ini, pertimbangkan untuk mencari posisi baru di tempat lain.

Berikut ini tujuh tanda bahaya bendera merah saat wawancara kerja yang jangan sampai kamu abaikan.

Bagian pertama dari artikel:

1) Pertanyaan yang valid mendapatkan jawaban yang tidak jelas
Tentu saja, tidak pernah pantas bagi pewawancara untuk mengungkapkan informasi pribadi tentang karyawan sebelumnya.

Tetapi manajer perekrutan harus dapat menjawab pertanyaan apa pun yang tentang harapan untuk posisi tersebut dan memberikan beberapa riwayat tentang peran dan pengaruhnya terhadap operasi perusahaan.

Cari jawaban langsung untuk pertanyaan, seperti: Apa tantangan pertama yang harus dihadapi? Apa pro dan kontra dari pekerjaan itu?

Jika perekrut tidak mau memberi jawaban dengan jelas dan justru berbeli-belit, ini sudah menjadi tanda bendera merah. Segera pertimbangkan untuk cari lowongan pekerjaan lain.

2) Pewawancara tidak dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pekerjaan
Tidak peduli apakah kamu hanya melamar menjadi staf tingkat pemula atau kepala bagian, pewawancara harus bisa dan mau menjelaskan tanggung jawab peran tersebut dan bagaimana kesuksesan akan diukur.

Jika dia tidak bisa, kemungkinan besar kamu akan kesulitan menempa jalur karier yang jelas di perusahaan.

3) Deskripsi lingkungan kerja bersifat netral
Tanyakan kepada manajer perekrutan apa yang paling dia sukai tentang bekerja di perusahaan itu.

Jika dia tidak bisa menjawab tanpa ragu-ragu, itu bisa menandakan ketidakpuasan kerja ia rasakan.

Apabila kamu berkesempatan berkeliling kantor sebelum atau setelah wawancara, ajukan pertanyaan yang sama kepada karyawan lain di sana.

Apakah mereka tampak antusias dengan tanggung jawab sehari-harinya? Apakah mereka dihargai atas usahanya? Apakah ada peluang untuk kemajuan?

Baca juga: FBI: Waspada! Scammers Gunakan Deepfake untuk Wawancara Kerja

4) Masa kerja karyawan pendek
Pola pergantian karyawan dapat menjadi gejala dari budaya kantor dengan tingkat stres yang tinggi dan semangat kerja yang rendah.

Jika kamu mengetahui bahwa karyawan sebelumnya tidak tinggal lama di perusahaan, dan tidak ada bukti masa kerja di antara staf, kamu mungkin memiliki situasi bos yang buruk atau lingkungan kerja yang beracun.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan