Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ternyata Diam Enggak Ngapa-Ngapain Itu Bagus untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi tidur dengan televisi menyala.Young woman sleeping on sofa at home

Topcareer.id – Terlalu banyak orang selalu berbicara tentang bagaimana untuk menjadi sukses dan harus bekerja 24 jam setiap hari serta melakukan segalanya.

Faktanya, naluri manusia untuk menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan dengan cepat tampaknya tidak akan pernah berakhir.

Pikiran akan terasa terus-menerus berlari tanpa ada kesempatan untuk melambat.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk meluangkan waktu agar bisa mengatur ulang tenaga.

Bagi sebagian orang, meluangkan waktu sepanjang hari dapat membuat dunianya berbeda dalam hal mengatasi kecemasan, meningkatkan produktivitas, dan kebahagiaan secara keseluruhan.

Lebih jauh lagi, kita seharusnya membiarkan diri beristirahat lebih lama tanpa merasa bersalah.

Sangat mudah untuk melihat tumpukan pekerjaan yang harus dilakukan, tugas yang harus diselesaikan, dan semua hal lain dalam agenda.

Tetapi, berilah diri kamu hak untuk istirahat panjang saat dibutuhkan, karena kamu memang pantas mendapatkannya.

Akhir pekan hanya 48 jam, gunakanlah benar-benar untuk menyisihkan waktu agar bisa bersantai.

Luangkan waktu untuk tidak melakukan apapun dan benar-benar beristirahat.

Baca juga: Rutinitas Pagi yang bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental Kamu

Sangat mudah untuk merasa bersalah karena meluangkan waktu untuk beristirahat ketika memiliki hal-hal penting untuk diselesaikan, tetapi prioritaskan kedamaian jiwa dan mental dengan menyisihkan waktu untuk tidak melakukan apapun kecuali beristirahat.

Kurangi anggapan bahwa kamu harus terus bekerja dan bekerja keras untuk mencapai apa yang kamu inginkan.

Menemukan waktu untuk diri kamu sendiri untuk tidak melakukan apa-apa tujuan utamanya agar kamu tetap waras dan damai secara mental.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan