Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Oktober 8, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Sering Alami Keringat Berlebih Walau Tak Berolahraga? Awas Hiperhidrosis

Keringat dingin. Dok/iStockphotoKeringat dingin. Dok/iStockphoto

Topcareer.id – Hiperhidrosis adalah keringat berlebih yang tidak normal dan tidak selalu berhubungan dengan kepanasan atau berolahraga.

Bagi pengidap hiperhidrosis mungkin kerap berkeringat begitu banyak sehingga membasahi pakaian atau membanjiri telapak tangan dan kaki.

Selain mengganggu aktivitas normal sehari-hari, keringat berlebih ini bisa menyebabkan kecemasan sosial dan rasa malu.

Perawatan hiperhidrosis biasanya bisa membantu, dimulai dengan antiperspiran resep dokter.

Jika antiperspiran tidak membantu, kamu mungkin perlu mencoba berbagai obat dan terapi.

Dalam kasus yang parah, dokter mungkin akan menyarankan operasi untuk menghilangkan kelenjar keringat atau untuk memutuskan saraf yang bertanggung jawab atas produksi keringat yang berlebihan.

Pengobatan
Jika kondisi medis yang mendasari berkontribusi terhadap masalah ini, maka kondisi itu akan ditangani terlebih dahulu.

Jika tidak ada penyebab yang jelas dapat ditemukan, pengobatan akan berfokus pada pengendalian keringat berlebih.

Terkadang kamu mungkin perlu mencoba kombinasi perawatan. Dan hiperhidrosis ini meskipun sudah sembuh, masih mungkin untuk kambuh.

Obat-obatan
Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati hiperhidrosis meliputi:

Antiperspiran resep
Dokter mungkin meresepkan antiperspiran dengan aluminium klorida (Drysol, Xerac Ac). Produk ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata.

Ini biasanya diterapkan pada kulit yang terkena hiperhidrosis sebelum pergi tidur dan jangan lupa mencuci tangan ketika bangun.

Berhati-hatilah agar tidak masuk ke mata, sebab bisa menyebabkan iritasi.

Krim resep
Krim resep yang mengandung glikopirolat dapat membantu hiperhidrosis yang mempengaruhi wajah dan kepala.

Obat penghambat saraf
Beberapa obat oral bisa memblokir bahan kimia yang memungkinkan saraf tertentu untuk berkomunikasi satu sama lain.

Kemungkinan efek samping termasuk mulut kering, penglihatan kabur dan masalah kandung kemih.

Baca juga: Apa Iya Berkeringat Berarti Membakar Kalori? Ini Jawaban Ahli

Antidepresan
Beberapa obat yang digunakan untuk depresi juga dapat mengurangi keringat. Selain itu dapat membantu mengurangi kecemasan yang memperburuk hiperhidrosis.

Injeksi toksin botulinum
Pengobatan dengan toksin botulinum (Botox, Myobloc, lainnya) untuk sementara bisa memblokir saraf yang menyebabkan keringat.

Kulit kamu akan dibekukan atau dibius terlebih dahulu. Setiap area tubuh yang terkena akan membutuhkan beberapa suntikan.

Efeknya bertahan enam hingga 12 bulan, dan kemudian perawatan perlu diulang.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan