Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, April 16, 2024
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

4 Hal Berbahaya yang Terjadi Padamu Jika Cuma Makan Sehari Sekali

Ilustrasi. (dok. Kayla Itsines)

Topcareer.id – Kadang, demi mendapatkan tubuh ideal dan proporsional, seseorang rela untuk melakukan hal apapun. Termasuk olahraga intensitas tinggi, mengatur pola makan hingga diet ketat. Sayangnya, diet ketat ini sering salah diartikan, dengan frekuensi makan yang sedikit, atau satu kali makan bahkan tidak makan.

Menurut Depkes RI, frekuensi makan adalah berapa kali makan dalam sehari meliputi makan pagi, makan siang, makan malam dan makan selingan.

Frekuensi makan dalam sehari terdiri dari 3 kali makan utama yaitu makan pagi, makan siang dan makan malam. Jadwal makan dibagi menjadi makan pagi (sebelum jam 09.00), makan siang (12-13) dan makan malam (18.00-19.00).

Ahli Gizi UM Surabaya Tri Kurniawati menjelaskan jadwal makan disesuaikan dengan waktu pengosongan lambung, yakni 3-4 jam sehingga waktu makan yang baik adalah dalam rentang waktu tersebut sehingga lambung tidak dibiarkan kosong terlalu lama.

Menurut penjelasannya pola makan yang tidak teratur seperti terlambat makan atau menunda waktu makan bahkan tidak makan dapat membuat perut mengalami kekososngan dalam jangka waktu yang lama.

“Jadwal makan tidak teratur tentunya akan berdampak pada lambung. Makan yang tidak teratur membuat rasa lapar yang lebih dibanding orang yang lapar makan teratur, sehingga akan lebih sulit mengontrol apa yang akan dikonsumsi, sehingga jumlah yang dikonsumsi lebih banyak,” jelas Tri dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Selasa (23/8/2022).

Tri yang juga Dosen Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini UM Surabaya menjelaskan makan satu kali sehari tentunnya bukan hal yang dianjurkan karena akan memicu beberapa hal diantaranya:

Baca juga: Kasus Meningkat, Dosen UM Surabaya Berbagi Tips Cegah DBD

1. Memicu kelelahan

Pola konsumsi yang tidak teratur selama beraktivitas, dapat meningkatkan penggunaan cadangan energi otot. Akibatnya terjadi pengurangan glikogen otot yang dapat menimbulkan rasa lelah dan akan berbanding lurus dengan penurunan kadar glikogen otot.

2. Memicu kondisi mengantuk

Kandungan karbohidrat pada makanan yang dikonsumsi dapat menyebabkan kadar gula darah naik dan turun secara cepat, yang dapat menyebabkan tubuh mudah lelah. Tubuh akan melepas insulin dan banyak asam amino trifosfat yang akan masuk ke otak dan dapat memacu hormon serotonin yang memiliki efek relaksasi dan mengantuk.

3. Kelebihan jumlah makanan di konsumsi

Meskipun sudah menahan nafsu makan untuk membatasi kalori, tetapi pada akhirnya seseorang akan mengkonsumsi banyak kalori saat waktu makan tiba.

Hal tersebut diakibatkan karena menahan lapar dalam waktu yang lama. Kalori akan tambah menumpuk jika mengonsumsi makanan berlemak, makanan olahan, atau camilan.

4. Kekurangan nutrisi

Selain kuantitas atau jumlah, maka kualitas makanan yang dikonsumsi harus diperhatikan.

“Bila tubuh hanya konsumsi satu kali sehari yang seharusnya 3 kali sehari maka ada kebutuhan gizi secara kualitas dan kuantitas yang belum terpenuhi yang bila terjadi dalam waktu lama akan menyebabkan sesorang jatuh ke dalam kondisi kekurangan gizi,” tutup Tri.

Leave a Reply