Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Apakah Berdiri sama sehatnya dengan Berjalan Kaki?

Ilustrasi. (dok. CLEO Singapore)

Topcareer.id – Meta-analisis, yang diterbitkan pada bulan Februari, menganalisis tujuh studi yang membandingkan dampak duduk, berdiri dan berjalan, pada insulin tubuh dan kadar gula darah.

Dalam studi ini, para peserta diminta untuk berdiri atau berjalan selama dua sampai lima menit setiap 20 sampai 30 menit selama sehari penuh.

“Di antara tujuh studi yang ditinjau, total waktu aktivitas selama pengamatan kira-kira 28 menit dengan istirahat berdiri dan berjalan ringan yang berlangsung antara 2 hingga 5 menit,” kata Aidan Buffey, rekan penulis studi, serta seorang mahasiswa doktoral di departemen pendidikan jasmani dan ilmu olahraga di University of Limerick di Irlandia.

Hasilnya, berdiri jauh lebih baik daripada duduk di sofa, jika dikaitkan dengan kadar gula darah, tetapi itu tidak membantu menurunkan insulin dalam aliran darah.

Namun, jika orang berjalan-jalan sebentar setelah makan, kadar gula darah mereka akan naik dan turun secara bertahap, dan kadar insulin mereka lebih stabil daripada berdiri atau duduk, catat studi tersebut.

Menjaga gula darah agar tidak melonjak, baik untuk tubuh karena lonjakan besar dan penurunan cepat dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Penelitian telah menunjukkan kadar gula darah akan melonjak dalam waktu 60 hingga 90 menit setelah makan, jadi yang terbaik adalah segera bergerak setelah selesai makan.

Baca juga: Benarkah Jalan Kaki Bikin Panjang Umur?

Pertanyaannya, bagaimana gerakan bisa membantu?

Jawabannya karena otot membutuhkan glukosa untuk berfungsi, jadi gerakan akan membantu membersihkan gula dari aliran darah. Ini juga yang menjadi alasan mengapa banyak pelari mengandalkan pemuatan karbohidrat sebelum maraton atau balapan

“Orang yang aktif secara fisik selama sekitar 150 menit seminggu memiliki risiko 33% lebih rendah dari semua penyebab kematian dibandingkan mereka yang tidak aktif secara fisik,” catatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Artinya, jika kamu bangun dan bergerak hanya 21,43 menit setiap hari dalam seminggu, kamu mengurangi risiko kematian dari apa pun, hingga sepertiga. Sepadan dengan usaha-nya, bukan?

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan