Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, June 23, 2024
redaksi@topcareer.id
Tren

Polusi Udara Bisa Sebabkan Kanker, Ini Alasannya

Foto Ilustrasi Polusi Udara (pixabay)

Topcareer.Id – Kita mungkin sudah sering mendengar bahwa polusi udara dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok. Dan baru-baru ini, sebuah penelitan menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Temuan yang dipresentasikan pada hari Sabtu di European Society for Medical Oncology Presidential Symposium di Paris, menunjukkan bahwa polusi udara dapat memicu kanker paru-paru pada orang yang tidak memiliki riwayat merokok, karena beberapa partikel polutan udara dapat mendorong perubahan sel di saluran udara.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Francis Crick Institute di London dan lembaga lain di seluruh dunia, banyaknya paparan partikel di udara atau polusi partikel – dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil – dapat mendorong perubahan cepat pada sel saluran napas yang memiliki mutasi pada gen yang disebut EGFR.

Ini terlihat pada sekitar setengah orang dengan kanker paru-paru. yang tidak pernah merokok, dan gen lain yang terkait dengan kanker paru-paru yang disebut KRAS.

“Kami menemukan bahwa mutasi driver pada gen EGFR dan KRAS, yang biasa ditemukan pada kanker paru-paru, sebenarnya ada di jaringan paru-paru normal dan kemungkinan merupakan konsekuensi dari penuaan,” ucap Charles Swanton, seorang ilmuwan di Francis Crick Institute dan kepala klinisi di Cancer Research Inggris, saat mempresentasikan temuannya, mengutip dari CNN News.

“Dalam penelitian kami, ketika sel paru-paru dengan mutasi ini terpapar polusi udara, kami melihat lebih banyak kanker, dan ini terjadi lebih cepat daripada ketika sel paru-paru dengan mutasi ini tidak terpapar polusi udara.”

Baca juga: Sering Merasa Stres saat Hamil? Ini Dampaknya pada Janin

Temuan ini menunjukkan bahwa polusi udara mendorong inisiasi kanker paru-paru dalam sel yang menyimpan mutasi gen driver.

“Langkah selanjutnya adalah menemukan, mengapa beberapa sel paru-paru dengan mutasi menjadi kanker ketika terkena polutan sementara yang lain tidak.” tambah Swanton.

Partikulat atau polusi partikel di udara adalah campuran partikel padat dan tetesan cair, menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS.

Beberapa dipancarkan dalam bentuk kotoran, debu, jelaga atau asap, dan mereka dapat berasal dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas alam, mobil, pertanian, jalan tak beraspal dan lokasi konstruksi, di antara sumber lainnya.

the authorFeby Ferdian

Leave a Reply