Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, September 26, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Tips Melakukan Demosi Agar Tak Kehilangan Karyawan Potensial

investasi bodongFoto Ilustrasi korban penipuan Dok. Fit for Work

Topcareer.id – Setiap perusahaan pasti melakukan penilaian secara berkala pada karyawannya untuk memutuskan apakah layak untuk dipromosikan atau justru memberinya demosi.

Demosi tidak bisa dilakukan secara sembarangan atau semena-mena oleh perusahaan, ada banyak poin yang harus dipertimbangkan ketika perusahaan terpaksa menurunkan jabatan karyawannya.

Jika dilakukan tanpa pertimbangan dan hanya berdasarkan emosi semata, bisa saja perusahaan karyawan kehilangan pekerjanya.

Mungkin karyawan potensial yang melihat rekan kerjanya yang mengalami demosi secara tidak adil bisa pergi meninggalkan perusahaan.

Nah, jika terpaksa melakukan demosi terhadap salah seorang karyawan di perusahaan, pastikan menjalani poin-poin berikut ini agar proses demosi berjalan mulus dan perusahaan tidak perlu kehilangan karyawan.

Jangan lakukan demosi secara mendadak
Seorang karyawan yang percaya bahwa mereka telah bekerja dengan baik akan merasa dibutakan oleh penurunan jabatan di tempat kerja.

Sebelum melakukan demosi, atasi lebih dulu masalah kinerja karyawan dan jelaskan sejak awal bahwa jika perbaikan tidak terjadi, penurunan pangkat mungkin menjadi satu-satunya solusi.

Jika yakin bahwa penurunan jabatan mungkin terjadi karena restrukturisasi, beri tahu juga sebelumnya tentang perubahan tersebut dan beri tahu mereka bahwa jabatan dan tugas mereka mungkin dapat berubah imbas restrukturisasi.

Definisikan dengan jelas perihal demosi
Jelaskan dengan sebaik mungkin bagaimana peran mereka akan berubah dan mengapa demosi diperlukan.

Bingkai banyak hal dalam cahaya positif sebanyak mungkin dengan menunjukkan bagaimana demosi dapat menguntungkan karyawan dalam perkembangan karier.

Misalnya, kamu sebagai atasan mungkin bisa menekankan bahwa alternatif dari kinerja minim adalah pemutusan hubungan kerja, lalu sampaikanlah bahwa kamu masih percaya pada kemampuan si karyawan tersebut untuk bisa lebih ditingkatkan lagi.

Sehingga akan lebih baik dengan jalan demosi dan memberi mereka kesempatan untuk belajar daripada harus melakukan PHK.

Beri karyawan waktu untuk memproses berita buruk perihal demosi
Bahkan dengan beberapa peringatan jauh hari sebelumnya, seorang karyawan kemungkinan akan merasa terpukul setelah menerima demosi.

Mengizinkan mereka libur sehari setelah memberitahunya agar mereka memiliki waktu mencernanya juga salah satu jalan yang baik.

Jadwalkan pertemuan lanjutan untuk membahas situasi secara lebih rinci setelah karyawan memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.

Baca juga: Tips Mencantumkan Penurunan Jabatan di Resume Kamu

Berkomitmen untuk membantu mereka sukses
Yakinkan karyawan bahwa perusahaan berkomitmen untuk melihat mereka berhasil dan tekankan bahwa demosi terjadi karena perusahaan menghargai dan ingin mereka menjadi lebih baik.

Jelaskan dukungan apa yang akan mereka terima ke depan. Misalnya, sesi pelatihan mingguan untuk meningkatkan kinerja, atau mengidentifikasi pelatihan tambahan yang dapat meningkatkan skill mereka.

Perkuat jalur komunikasi
Jika ingin karyawan tetap berada di perusahaan, komunikasi yang baik adalah kuncinya.

Beri tahu mereka bahwa tidak apa-apa untuk meminta bimbingan atau datang kepada atasan kapanpun, dan periksa progress mereka secara teratur.

Jaga emosi
Menerima demosi di tempat kerja tentunya secara manusiawi karyawan akan merasa kecewa dan mungkin ada respons emosional.

Tetap tenang dalam menghadapi mereka dan tidak apa-apa untuk menunjukkan rasa empati.

Jangan katakan hal-hal seperti “ini yang terbaik” atau “semuanya akan baik-baik saja.”

Jenis bahasa ini mungkin tampak menggurui atau mengirim pesan campuran kepada karyawan.

Dokumentasikan semuanya
Catat semua komunikasi mengenai masalah kinerja karyawan dan demosi.

Melakukannya akan membantu memastikan bahwa kamu memiliki bukti masalah jika karyawan tersebut menuduh perusahaan melakukan demosi secara salah.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan