Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Februari 3, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Peneiliti UGM: Kenaikan BBM Picu Penurunan Penumpang Angkutan Umum

Dok/MyPertaminaDok/MyPertamina

Topcareer.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada banyak hal, termasuk pada angkutan umum. Beberapa daerah sudah menaikkan tariff angkutan umum guna melakukan penyesuaian harga kenaikan BBM.

Menurut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, komponen bahan bakar menjadi komponen yang terbesar pada operasional layanan transportasi berkisar 11-40 persen.

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada, Dewanti mengatakan kenaikan tarif angkutan umum dan transportasi daring akan memberikan dampak bagi penurunan jumlah penumpang namun hal itu tidak hanya berlangsung sesaat.

“Biasanya masyarakat akan mengurangi kegiatan perjalanan dengan kenaikan tarif. Tapi bagi yang membutuhkan perjalanan, hal itu tidak menjadi masalah karena menjadi kebutuhan mereka untuk kelancaran aktivitas pekerjaannya,” kata dia dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (14/9/2022).

Seperti diketahui, beberapa daerah telah menaikkan tarif angkutan umum guna menyesuaikan kenaikan harga BBM. Namun, ada juga beberapa daerah yang tidak melakukan kenaikan tarif seperti Trans Jogja DIY.

Baca juga: Bosan Hidup Boros Dan Pas-Pasan Di Akhir Bulan? Mulailah Lakukan Ini! (Bagian 1)

“Di DIY tarif tidak dinaikkan, namun layanan dikurangi seperti jarak waktu antar kedatangan bisa di halte agar kenaikan BBM tidak berdampak begitu besar,” ujarnya.

Dewanti juga mengapresiasi kebijakan pemerintah Provinsi DKI yang memberikan subsidi yang cukup besar bagi Transjakarta agar tidak mengalami kenaikan tarif.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh DKI tidak semua daerah bisa melakukan hal yang sama karena terbatasnya anggaran.

“Tergantung kemampuan keuangan daerah untuk bisa memberikan subsidi angkutan umum agar tarif tidak naik,” katanya.
Kenaikan tarif BBM sekarang ini tidak hanya dirasakan oleh angkutan umum saja, namun juga pengelola angkutan daring juga melakukan penyesuaian kenaikan tarif untuk membantu terjaganya pendapatan mitra pengemudi.

Tinggalkan Balasan